BARADATU (5 April 2026) – Membangun budaya literasi membutuhkan konsistensi dan kepedulian. Itulah yang terus dipegang teguh oleh Rumah Baca Yussuf di Kampung Bhakti Negara. Sejak didirikan pada tahun 2017, perpustakaan mandiri ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi sarana kegiatan belajar masyarakat di sekitaran Kecamatan Baradatu.
Komitmen ini kembali menjadi sorotan setelah dikunjungi oleh Maria Agustina, mahasiswi Manajemen Pendidikan Islam Institut Al Maarif Way Kanan yang sedang meyusun tugas akhir perkuliahan (skripsinya) dengan meneliti strategi pengelolaan komunitas ini. Dalam kunjungannya mahasiswi Ilmawa yang melakukan wawancara hari ini (5/4) menemui Aan Frimadona Roza selaku inisiator Rumah Baca Yussuf menjelaskan bahwa Kkmunitas literasi Rumah Baca Yussuf menekankan dalam penyelengaran kebermanfaatan Rumah Baca nya terletak pada konsistensi komunitas dan kemudahan akses layanan yang dimiliki rumah baca yussuf.
“Kami ingin semua orang merasa memiliki perpustakaan ini. Oleh karena itu, salah satu akses yang kami berikan yakni kartu perpustakaan secara gratis. Dengan begitu, siapa saja bisa membaca, meminjam, atau belajar di sini kapan saja,” ungkap Aan saat diwawancarai.
Sementara itu, Rosmalia Resma, Sekretaris Rumah Baca Yussuf, menambahkana bahwa Kehadiran Rumah Baca Yussuf membuktikan bahwa literasi bisa tumbuh dari lingkungan terkecil, dimulai dari keluarga dan warga sekitar, menjadi sebuah gerakan besar yang mencerdaskan bangsa.
Lebih dari Sekadar Buku: Rumah Baca Yussuf, Wadah Belajar dan Berbagi Sejak 2017
