Guru di Tengah Arus Perubahan Teknologi

Oleh: Aan Frimadona Roza
Anggota Bidang Pendidikan ICMI Orda Way Kanan


Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi mendalam tentang peran guru di tengah perubahan zaman yang kian cepat. Dunia pendidikan saat ini sedang berada pada fase yang sangat dinamis: teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan media sosial telah mengubah cara belajar, berpikir, bahkan berinteraksi.

Guru kini tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing moral dan penjaga nilai kemanusiaan. Di ruang-ruang kelas, guru menghadapi generasi yang akrab dengan layar gawai, tetapi kerap jauh dari makna literasi sejati. Tugas guru menjadi semakin kompleks: menanamkan nilai karakter, menumbuhkan semangat belajar mandiri, sekaligus memastikan anak didik tidak tenggelam dalam arus informasi yang kadang menyesatkan.

PGRI sebagai organisasi profesi terus menjadi rumah besar bagi para guru untuk menguatkan solidaritas dan kompetensi. Di era digital ini, guru harus mampu menjadi learning designer—merancang pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna. Pelatihan, kolaborasi, dan berbagi praktik baik antarguru adalah bentuk nyata semangat “Bergerak Bersama, Majukan Pendidikan Indonesia.”

Menjadi guru adalah panggilan jiwa. Meski sering kali harus menghadapi keterbatasan sarana dan tantangan sosial, semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah padam. Karena sesungguhnya, di setiap keberhasilan anak didik, ada jejak langkah seorang guru yang sabar menuntun dengan kasih.

Selamat Hari Guru Nasional 2025 dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke 80, Teruslah mengajar dengan hati, membimbing dengan nurani, dan menjadi lentera bagi masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *