Oleh Aan Frimadona Roza, Buya Ajo Yussuf & Teh Asya juga pengelola Rumah Baca Yussuf
Di banyak sekolah, pembagian rapor sering dianggap urusan ibu. Namun, ketika seorang ayah meluangkan waktu untuk datang dan mengambil rapor anaknya, ada pesan penting yang sesungguhnya sedang disampaikan tanpa kata-kata.
Gerakan sederhana itu adalah tanda kepedulian. Ayah tidak hanya mencari angka di selembar kertas, tetapi ingin tahu bagaimana proses belajar anaknya berjalan. Apakah anak berkembang, apakah ia bahagia di sekolah, dan apa yang perlu diperbaiki ke depan.
Bagi anak, kehadiran ayah saat pengambilan rapor memiliki arti tersendiri. Anak merasa diperhatikan, dihargai, dan didukung. Nilai bukan lagi sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari dialog keluargatentang usaha, disiplin, dan mimpi.
Lebih dari itu, tindakan ayah mengambil rapor adalah keteladanan. Anak belajar bahwa pendidikan itu penting dan perlu disikapi bersama, bukan diserahkan sepenuhnya pada sekolah. Pendidikan adalah kerja kolaboratif antara guru dan orang tua.
Pada akhirnya, rapor hanyalah alat. Yang paling berharga adalah kehadiran, perhatian, dan komunikasi di baliknya. Karena anak tidak hanya membutuhkan nilai yang baik, tetapi juga orang tua yang mau berjalan bersama dalam proses belajarnya. Tabik.
