Dunia sastra Lampung kembali mencatatkan prestasi nasional. Buku puisi Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat, penyair dan sutradara teater ternama Lampung, berhasil menembus 10 besar buku puisi pilihan Majalah Tempo. Ari Pahala Hutabarat juga dikenal sebagai bagian dari Komunitas Berkat Yakin (Kober). Pencapaian ini menjadi bukti bahwa sastra Lampung masih hidup, kritis, dan relevan dalam percakapan kebangsaan. Nusantara, Amnesia tidak hadir sekadar sebagai kumpulan puisi, melainkan sebagai gugatan kultural terhadap kondisi bangsa yang kerap kehilangan ingatan sejarah dan identitasnya.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi buku Nusantara, Amnesia yang digelar di Rumah Ideologi Klasika, pada 3 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Ari membedah kegelisahannya tentang kondisi bangsa melalui bait-bait puisi yang tajam dan reflektif. Ia menyebut Nusantara, Amnesia sebagai metafora atas hilangnya kesadaran sejarah masyarakat modern.
Melalui puisinya, Ari memosisikan penyair sebagai “penjaga gerbang ingatan”, yang berupaya menjahit kembali potongan sejarah, budaya, dan identitas yang tercerabut oleh arus modernitas dangkal. Ia menggambarkan Nusantara sebagai sosok “Ibu” yang tubuh dan kekayaannya memikat bangsa-bangsa luar, sekaligus memotret pergeseran identitas masyarakat di era modern dan media sosial.
Kehadiran buku Nusantara, Amnesia diharapkan tidak hanya menjadi koleksi di rak buku, tetapi menjadi pemantik kesadaran literasi, khususnya bagi generasi muda Lampung, untuk kembali menengok sejarah dan merawat ingatan kolektif bangsa.
Rumah Baca Yussuf memandang karya ini sebagai pengingat penting bahwa literasi bukan hanya soal membaca teks, tetapi juga mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita hendak melangkah.
