Ramadan Pertama Menyemai Spirit Ibadah di Masjid Ad-Du’a

Bandar Lampung 18 Februari 2026. Ramadan selalu menghadirkan perjalanan batin yang istimewa. Dalam rangka program kecil Keliling Masjid Ramadan, Rumah Baca Yussuf berkesempatan melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Ad-Du’a, Puri Way Halim, Bandar Lampung. Suasana hangat jamaah dan semangat kebersamaan menjadi pengalaman berharga dalam menguatkan nilai ibadah sekaligus literasi ruhani.

Masjid Ad-Du’a berdiri sebagai simbol kepedulian dan gotong royong warga. Didirikan pada 3 Oktober 1999 atas inisiatif spontan masyarakat yang merasakan minimnya fasilitas ibadah di lingkungan Perumnas Way Halim, masjid ini dibangun di atas lahan fasilitas umum (fasum) perumahan yang telah disetujui pemerintah daerah. Pada 18 Juni 2000, masjid ini resmi digunakan dan sejak saat itu menjadi pusat kegiatan keagamaan warga sekitar.

Berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Perumnas Way Halim, Kecamatan Kedaton, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat. Bangunannya yang representatif dengan sentuhan arsitektur bernuansa Islami menghadirkan kesan teduh dan khusyuk bagi para jamaah. Warna-warna yang elegan dan tata ruang yang nyaman semakin menambah kekhidmatan ibadah, terlebih di bulan suci Ramadan.

Kehadiran Rumah Baca Yussuf dalam program Keliling Masjid Ramadan bukan
sekadar melaksanakan ibadah berjamaah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kolaborasi dakwah berbasis literasi. Ramadan menjadi momentum untuk tidak hanya memperbanyak amal ibadah, tetapi juga memperluas jejaring kebaikan.

Di tengah lantunan ayat suci dan doa-doa yang mengalun selepas Tarawih, terasa bahwa masjid bukan hanya bangunan fisik, melainkan ruang perjumpaan hati. Masjid Ad-Du’a menjadi saksi bagaimana semangat warga sejak awal pendiriannya terus hidup hingga kini menjadi pusat cahaya ilmu, dakwah, dan kebersamaan.
Melalui langkah kecil Keliling Masjid Ramadan ini, Rumah Baca Yussuf berharap dapat terus menyalakan obor literasi dan spiritualitas, menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang ramah, inklusif, dan penuh inspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *