Mengulik Jejak Iman di Masjid Raya Al-Bakrie: Ikon Religi Baru di Bumi Ruwa Jurai

Bandar Lampung 19 Februari 2026. Ramadan selalu menghadirkan getar yang berbeda. Bagi Rumah Baca Yussuf, bulan suci bukan sekadar momentum memperbanyak ibadah, tetapi juga kesempatan menghidupkan tradisi literasi spiritual melalui Program Keliling Masjid. Setiap masjid yang disinggahi tak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga ruang belajar mengulik sejarah, mengenal filosofi, serta memahami peran sosialnya di tengah umat.

Salah satu persinggahan yang penuh kesan adalah Masjid Raya Al-Bakrie di Bandar Lampung. Berdiri megah di atas lahan bekas GOR Saburai/Taman Gajah seluas 2,3 hektar, masjid ini diresmikan pada 12 September 2025 dan mampu menampung hingga 12.000 jemaah. Keberadaannya kini menjadi ikon religi baru di Provinsi Lampung.

Masjid ini merupakan dedikasi keluarga besar Bakrie untuk mengenang H. Achmad Bakrie, pendiri Bakrie Group sekaligus putra asli Lampung. Pembangunannya digagas melalui Yayasan Bakrie Amanah sebagai bentuk amal jariah, di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 20 Februari 2023 oleh Gubernur Lampung saat itu, Arinal Djunaidi, bersama Aburizal Bakrie. Proses pembangunan berlangsung sekitar dua tahun. Ballroom masjid diresmikan lebih dulu pada Januari 2025, kemudian digunakan untuk salat tarawih pertama Ramadan 2025. Peresmian utuh masjid dilakukan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, bersama keluarga Bakrie.

Masjid Raya Al-Bakrie dirancang dengan arsitektur modern yang tetap mengusung unsur budaya Lampung. Keindahan desainnya bukan sekadar estetika, melainkan simbol pertemuan antara nilai tradisi dan kemajuan zaman. Tak hanya sebagai ruang salat utama, masjid ini juga dilengkapi berbagai fasilitas: Area UMKM, Taman bermain, Perpustakaan, TPQ, Ruang serbaguna.

Fasilitas tersebut menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah, tetapi juga pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Masjid Raya Al-Bakrie mengusung prinsip trimata Bakrie: keindonesiaan, kemanfaatan, dan kebersamaan. Filosofi ini terasa sejalan dengan semangat Rumah Baca Yussuf dalam membumikan literasi dan nilai keislaman.

Dalam Program Keliling Masjid Ramadan ini, setiap langkah kaki yang menuju rumah Allah menjadi pengingat bahwa memakmurkan masjid bukan sekadar menghadiri salat berjemaah, tetapi juga menghidupkan ilmu, silaturahmi, dan kepedulian sosial di dalamnya.

Ramadan adalah madrasah ruhani. Melalui kunjungan ke Masjid Raya Al-Bakrie, Rumah Baca Yussuf kembali meneguhkan komitmen: bahwa masjid adalah pusat peradaban. Dari sanalah cahaya ilmu, iman, dan kebersamaan menyala—menguatkan langkah umat untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

Program Keliling Masjid akan terus berlanjut. Karena setiap masjid menyimpan kisah, dan setiap kisah adalah pelajaran berharga bagi perjalanan iman kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *