Oleh Aan Frimadona Roza
Pengurus ICMI Orda Way Kanan bid.pendidikan dan SDM
Kebersamaan dan keseimbangan adalah fondasi utama dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Di usia ke-27 ini, Kabupaten Way Kanan tidak lagi sekadar berbicara tentang pembangunan, tetapi mulai menegaskan arah pada kualitas pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata.
Salah satu indikator yang dapat dibaca adalah meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM Way Kanan mencapai 71,98 pada tahun 2025, meningkat dari 71,17 pada 2024 dan 70,51 pada 2023. Capaian ini menempatkan Way Kanan dalam kategori tinggi sebuah prestasi yang patut diapresiasi sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh (https://waykanankab.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/5ca8467925b4e00a8bc21669/kabupaten-way-kanan-dalam-angka-2026.html).
Namun, IPM bukan sekadar angka. Ia mencerminkan kualitas hidup masyarakat melalui tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Meningkatnya harapan hidup, bertambahnya rata-rata lama sekolah, serta membaiknya daya beli masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan mulai bergerak ke arah yang lebih bermakna menyentuh kebutuhan dasar dan kualitas hidup warga.
Di titik ini, usia ke-27 menjadi ruang refleksi bersama bahwa masih ada tantangan yang perlu dijawab dengan kesungguhan: kesenjangan antar wilayah, akses pendidikan yang belum sepenuhnya merata, layanan kesehatan di daerah terpencil, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Karena itu, capaian yang ada harus dijaga dan diperluas dengan prinsip pemerataan dan keberlanjutan. Pembangunan yang baik bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang keadilan dalam merasakan hasil tersebut.
Pasca wafatnya Drs. Ali Rahman, estafet kepemimpinan kini berada di tangan Bupati Ayu Asalasiyah, S.Ked. Harapan besar disematkan untuk melanjutkan dan memperkuat arah pembangunan daerah. Dengan visi yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi, kepemimpinan saat ini diyakini mampu menjawab tantangan secara lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Momentum Hari Jadi ke-27 ini juga dipertegas melalui semangat “Way Kanan SIKOP” (Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan). Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kerja bersama, saling menguatkan, dan menyatukan langkah.
Kini, Way Kanan memiliki peluang besar untuk melangkah lebih tinggi. Fokus ke depan perlu diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, transformasi pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, serta pengembangan ekonomi kreatif dan potensi lokal. Semua itu tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Perjalanan 27 tahun adalah bukti bahwa Way Kanan terus bertumbuh. Kini saatnya menata kualitas dan memperkuat kebersamaan. Hari jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperbarui semangat, memperkuat komitmen, dan bekerja lebih nyata.
Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Way Kanan, Mari kita jadikan kebersamaan sebagai kekuatan, dan gotong royong sebagai jalan, untuk mewujudkan Way Kanan yang lebih maju, merata, dan bermartabat. Tabik.
