BARADATU, (17/8) — Setiap anak memiliki cerita tentang bagaimana sebuah mimpi tumbuh. Bagi Sondang Yuliana Butar-Butar, perjalanan itu dimulai dari pendidikan, kegemaran membaca, kecintaan pada seni musik, dan keberanian untuk terus mengembangkan bakat.
Sondang merupakan salah satu pembaca Rumah Baca Yussuf yang kini menorehkan pencapaian membanggakan. Tahun ini, perempuan muda asal Baradatu, Way Kanan, tersebut mendapat kesempatan menjadi salah satu anggota Gita Bahana Nusantara dan tampil dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka. Kesempatan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan Sondang sebagai generasi muda yang tumbuh dari daerah.
Profil dan Perjalanan Pendidikan
Sondang Yuliana Butar-Butar merupakan putri dari Danius Butar-Butar dan Drama Purba. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 1 Bhakti Negara, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Baradatu dan SMAN 1 Baradatu. Kecintaannya terhadap seni kemudian membawanya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Lampung (Unila), FKIP Program Studi Seni Musik. Saat ini Sondang tercatat sebagai mahasiswa semester IV.
Pilihan tersebut menjadi bagian dari prosesnya untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang yang telah dicintainya sejak lama, yakni seni dan tarik suara.
Prestasi di Dunia Tarik Suara
Kemampuan Sondang bukan hanya berkembang melalui proses belajar, tetapi juga telah dibuktikan dalam berbagai kompetisi.
Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain: Juara 1 Solo Song tingkat kabupaten, Juara 1 Solo Song tingkat provinsi, Juara 2 Solo Song tingkat nasional. Prestasi tersebut menjadi bekal sekaligus pengalaman yang memperkuat langkah Sondang untuk terus berkarya.
Kini, perjalanan itu membawanya ke panggung yang lebih besar. Sondang menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara, kelompok paduan suara yang menghimpun talenta-talenta muda dari berbagai daerah Indonesia dalam kegiatan kenegaraan.
Membawa Cerita dari Way Kanan
Bagi Rumah Baca Yussuf, Sondang bukan sekadar seorang anak muda yang memiliki prestasi di bidang seni. Ia adalah bagian dari cerita kecil tentang bagaimana ruang literasi dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berani bermimpi. Rumah baca tidak hanya berbicara tentang buku. Di dalamnya ada pertemuan, pengetahuan, inspirasi dan kesempatan untuk mengenal dunia lebih luas.
Kisah Sondang menjadi pengingat bahwa potensi anak-anak daerah sangat besar. Mereka dapat tumbuh menjadi penyanyi, seniman, pendidik, ilmuwan, pemimpin atau profesi apa pun yang mereka cita-citakan, selama mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Dari Baradatu, Way Kanan, Sondang kini mendapat kesempatan tampil di Istana Merdeka bersama talenta muda Indonesia lainnya. Sebuah perjalanan yang layak dicatat dalam cerita.
Bukan karena Istana semata, tetapi karena di balik panggung itu terdapat proses panjang: belajar, membaca, berlatih, berprestasi, dan tidak berhenti percaya pada kemampuan diri sendiri. Rumah Baca Yussuf mengucapkan selamat kepada Sondang Yuliana Butar-Butar atas pencapaiannya. Semoga langkah ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam dunia seni dan pendidikan.
Dari Baradatu ia tumbuh, dari Way Kanan ia melangkah, dan di panggung Indonesia ia membawa suara generasi muda daerah.
