PLN Baradatu Dukung Rumah Baca Yussuf, Dorong Literasi Lewat Kepedulian Tarif Listrik Sosial

BARADATU (3/10).  Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan gerakan literasi tidak selalu diwujudkan melalui bantuan buku. Dukungan terhadap fasilitas penunjang juga menjadi bagian penting agar perpustakaan tetap hidup dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal inilah yang diupayakan Rumah Baca Yussuf, perpustakaan mandiri yang berada di Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, melalui pengajuan perubahan golongan tarif listrik rumah tangga menjadi tarif sosial.

Dalam upaya tersebut, pihak Rumah Baca Yussuf diterima oleh pihak PLN ULP Baradatu melalui Pak Deki Afrizal untuk menyampaikan permohonan sekaligus menjelaskan pemanfaatan listrik bagi kegiatan pelayanan perpustakaan.

Permohonan perubahan golongan tarif tersebut diajukan atas rekening listrik yang saat ini masih terdaftar atas nama Kamrus Ardiansyah dengan ID pelanggan 173720120457. Selanjutnya, diusulkan untuk dialihkan menjadi golongan tarif sosial atas nama Perpustakaan Mandiri Rumah Baca Yussuf.

Pengajuan ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan bangunan dan fasilitas listrik untuk kegiatan sosial, pendidikan, literasi, serta pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan Rumah Baca Yussuf secara mandiri dan tidak berorientasi pada keuntungan komersial.

Bagi Rumah Baca Yussuf, listrik bukan sekadar kebutuhan penerangan. Lebih dari itu, listrik menjadi penopang berbagai aktivitas perpustakaan, termasuk pemanfaatan internet sebagai jendela informasi dan pengetahuan bagi masyarakat.

Keberadaan internet sangat membantu pengunjung, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk memperluas wawasan, mengakses sumber belajar, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di tengah tantangan menumbuhkan minat baca, perpustakaan dituntut untuk terus beradaptasi. Koleksi buku tetap menjadi kekuatan utama, tetapi dukungan teknologi dan akses internet juga semakin dibutuhkan agar perpustakaan mampu menjangkau kebutuhan belajar masyarakat.

Penggiat Rumah Baca Yussuf, Moch.Jeni Dahlan, menyampaikan bahwa langkah pengajuan perubahan tarif ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan pelayanan perpustakaan mandiri. Menurutnya, perhatian dan dukungan PLN terhadap fasilitas sosial pendidikan seperti perpustakaan akan menjadi kontribusi berarti dalam memperkuat gerakan literasi di tingkat masyarakat.

“Rumah Baca Yussuf hadir secara mandiri untuk membantu masyarakat mendapatkan akses bacaan dan pengetahuan. Kami berharap PLN dapat memberikan perhatian dan mempertimbangkan permohonan perubahan tarif listrik sosial ini agar operasional perpustakaan semakin terbantu,” ungkapnya.

Pihak Rumah Baca Yussuf berharap permohonan tersebut dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dukungan PLN diharapkan tidak hanya membantu dari sisi kebutuhan operasional, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian bersama dalam membangun budaya membaca. Sebab, menumbuhkan minat baca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Dibutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari ruang baca, fasilitas penerangan, akses internet, hingga kepedulian berbagai pihak.

Dari sebuah perpustakaan mandiri di Baradatu, harapan besar itu terus dirawat: menghadirkan ruang belajar yang terbuka, memperluas akses pengetahuan, dan menumbuhkan generasi yang gemar membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *