Buku pop‑up (“pop up book”) yang berjudul Dua Rumah karya Alliozo Abu Bakar, Lis Hafez, dan Rizal Alam memiliki kelebihan desain Pop‑Up yang Menghidupkan, Setiap halaman mempresentasikan ilustrasi tiga dimensi yang muncul saat dibuka mulai dari struktur rumah, pegunungan, hingga ekspresi karakter. Detailnya memukau: lipatan kertas tajam, perpaduan warna cerah, dan teknik layering yang apik menciptakan suasana seolah-olah kamu berada di dalam cerita. Kemudian cerita yang menyentuh dan universal. Tema “dua rumah” melambangkan pertukaran pengalaman dan empati dua keluarga, dua lingkungan, namun memperlihatkan kesamaan nilai seperti cinta, gotong royong, dan kebersamaan. Meski sederhana, ceritanya cukup dalam dan mampu memancing perasaan penghargaan terhadap keberagaman. Lalu kolaborasi penulis dan Ilustrator yakni Alliozo Abu Bakar dan Lis Hafez menyajikan narasi dengan bahasa yang ringan, jelas, dan cocok untuk pembaca segala usia (anak-anak pun mudah memahami maknanya).
Selain itu penulis yang lain yakni Rizal Alam menyuguhkan ilustrasi visual yang kaya, penuh warna-warna alami dan detail lingkungan lokal (seperti: pohon, lorong kampung, hewan peliharaan, dan ikut mencitrakan suasana Indonesia). Buku ini merupakan perpaduan edukasi dan hiburan.
Buku Poo-up Dua Rumahku adalah karya yang menggabungkan seni visual, empati, dan narasi sederhana—dengan kualitas pop‑up yang menawan. Meskipun perlu penanganan ekstra dan durasinya relatif singkat, buku ini menyajikan pengalaman membaca berbeda yang hangat dan memikat hati.
Buku Pop‑up book Dua Rumahku ini tak sekadar cerita visual tapi juga sarat nilai yakni edukasi teknik: pengenalan struktur bangunan yang mudah dari segi lipatan kertas. Adapun nilai sosial: kekompakan, saling memahami antara dua keluarga dari latar belakang berbeda.
Buku Pop‑up book Dua Rumahku memiliki kekurangan dan Hal yang perlu diperhatikan adalah ketebalan dan penanganan karena banyak elemen pop‑up, buku ini relatif berat dan membutuhkan penanganan hati‑hati. Lipatan salah sekali saja bisa merusak tampilan 3D-nya. Kemudian jumlah halaman terbatas. Jika berharap cerita panjang atau kilasan karakter lain, mungkin mengecewakan karena narasi dan ilustrasi fokus pada momen pertemuan dan kesan estetis visual buku pop‑up-nya.
Buku Ini cocok untuk pembaca anak-anak usia 3–10 tahun yang mulai tertarik dengan buku cerita bergambar interaktif. Orang tua, pendidik, dan pustakawan yang ingin mengenalkan anak pada cerita bermakna lewat medium visual. Serta bagi penggemar buku pop‑up dan kolektor ilustrasi buku tiga dimensi.
Kalau kamu mencari buku pop‑up autentik yang inspiratif, “Dua Rumahku” adalah pilihan yang memesona—meski pendek, efek visual dan pesannya terasa panjang dan bermakna.
Apakah kamu ingin tahu detil tentang bukupop‑up seperti ini?, Silakan datang ke Perpustakaan Rumah Baca Yussuf Baradatu alamat di Jalan Arjuna Dusun Pekalongan Kampung Bhakti Negara. Ditunggu lho….
Perensensi Aan Frimadona Roza, Pengelola Rumah Baca Yussuf Baradatu.
Identitas Buku
Judul: Dua Rumah
Jenis: Pop‑up Book (Buku Cerita Lipatan 3D)
Penulis / Narator: Alliozo Abu Bakar, Lis Hafez
Ilustrator: Rizal Alam
Penerbit:Impianstudio Yogyakarta 2018
