𝗧𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗶𝘁𝗮
Jika nanti
Aku menyayangi seseorang
Selain dirimu
Jika nanti
Aku mencintai seseorang
Selain dirimu
Jika nanti
Aku percaya dengan seseorang selain dirimu
Jika nanti
Aku bisa tersenyum pada seseorang
Selain dirimu
Kamu jangan menghakimi aku
Telah mengkhianatimu
Karna percayalah
Sebelumnya aku pernah begitu kerasnya menjaga hati ini
Agar tak berpaling darimu
Menjaga kesabaran dalam menjalankan semua itu
Tapi apa daya aku juga manusia biasa
Yang tak luput dari kenyataan
𝗔𝗻𝗴𝗶𝗻
Angin berbisik di sela dedaunan
Menyapu rindu lama tertahan
Ia datang tanpa janji atau suara
Tapi mampu membuat hati bicara
Mengalir lembut di pagi yang sunyi
Membawa kenangan yang tak henti.
Kadang sejuk kadang menusuk
Seperti rindu yang diam-diam memeluk
Angin engkau menjalankan langit luas
Tak tampak wujudmu tapi terasa jelas
Kau ajarkan aku arti perpisahan
Tanpa kata namun penuh kenangan
Tetaplah berhembus wahai angin malam
Sampaikan rinduku pada yang diam
Jika kau tak bisa mengantar pelukan
Bisikan saja aku masih menyimpan harapan
𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮
Pandangan itu tak sengaja
Tapi dekatnya nyata
Saat matamu menatapku
Duniaku seketika berubah biru
Tak ada kata
Hanya diam yang jatuh cinta
Mungkin sederhana
Tapi hatiku tahu
Itulah awal segalanya
Entah kamu sadar atau tidak
Sejak saat itu dunia tanpa berbeda
Pandangan pertama yang sederhana
Tapi mengubah seluruh dunia
Penulis Nur Agustina, lahir pada 21 Agustus 1993. Pekerjaan saat ini sebagai honorer di UPT SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Kab.Way Kanan dengan mengelola layanan TBM. Menyukai puisi sejak masih SMP.
