Kemerdekaan 80 Tahun: Guru, Generasi Alpha, dan Harapan Gizi Sehat

Oleh Aan Frimadona Roza, Ketua Dewan Pakar PGRI Kabupaten Way Kanan

Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, dunia pendidikan kembali dihadapkan pada tantangan besar. Jika dulu perjuangan adalah melawan kebodohan akibat penjajahan, kini perjuangan itu berwujud mengawal Generasi Alpha yang tumbuh di tengah derasnya arus kecerdasan buatan (AI).

Generasi Alpha lahir di era gawai, informasi instan, dan teknologi pintar. Mereka lebih cepat beradaptasi, tetapi juga rawan kehilangan arah bila tidak mendapat bimbingan. Guru hari ini memikul peran strategis, bukan sekadar mengajar di kelas, melainkan membentuk karakter, menanamkan etika, dan mendampingi anak agar bijak menggunakan teknologi. Kemerdekaan pendidikan berarti memberikan ruang belajar yang bebas dan kreatif, tetapi tetap berakar pada nilai kebangsaan.

Namun, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: gizi anak. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan dasar generasi penerus bangsa. Sayangnya, pelaksanaannya belum merata sehingga masih banyak anak yang menanti. Padahal, pendidikan tanpa gizi yang cukup bagaikan menyalakan obor tanpa minyak: cahaya tak akan bertahan lama.

Di momen HUT RI ke-80 ini, kemerdekaan seharusnya dimaknai lebih luas—bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka dari keterbelakangan teknologi dan kekurangan gizi. Guru di daerah seperti Way Kanan akan terus berdiri di garis depan, mendidik dengan kesabaran, dan berharap negara hadir lebih nyata bagi masa depan anak bangsa.

Merdeka adalah saat setiap anak Indonesia bisa belajar dengan sehat, cerdas, dan berkarakter. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *