Menyelami Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan yang Tersimpan di Belanda

Peresensi Aan Frimadona Roza, Guru IPS di UPT SMPN 7 Banjit

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana
merupakan kumpulan cerita rakyat dari Way Kanan, Lampung, yang terdokumentasi dalam program pelestarian sastra lisan oleh Pusat Bahasa. Menariknya, naskah cerita ini tidak lagi ditemukan di Indonesia, melainkan tersimpan dalam bentuk file di Museum Leiden, Belanda, sebelum akhirnya diprint ulang oleh peresensi.

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana
menghimpun 10 cerita rakyat khas Way Kanan, ditulis dalam bahasa Lampung dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Berikut 10 Judul cerita lisan rakyat lampung way kanan yang terhimpun dalam buku ini yaitu:
1. Tajiled
2. Sang Klimpu
3. Raja Pedanca Jama Serulang
4. Sebab Simah
5. Sang Haruk
6. Kisah Asal Mula Punai Rek Keratutu
7. Jambu Adik
8. Lintah Balak Lesung
9. Tahluy Balak Kulak Tujang Kulak
10. Manuk Halom Ngakak Selawi

Menurut peresensi Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana selain jalan cerita yang menghibur, hampir seluruh kisah mengandung pola teka-teki. Pola ini menjadi ciri dominan dan khas sastra lisan Way Kanan, yang jarang ditemukan di daerah lain. Teka-teki bukan sekadar hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat pendidikan moral, kecerdikan, dan kearifan lokal.

Hal Menarik Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana adalah kekhasan Way Kanan: Dominasi pola teka-teki memperlihatkan karakter masyarakat yang kreatif, penuh simbol, dan mengutamakan kecerdasan dalam bercerita.

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana merupakan keterselamatan naskah: Fakta bahwa buku ini hanya bisa ditemukan di Museum Leiden Belanda, bukan di negeri sendiri, memberikan pesan mendalam tentang pentingnya pelestarian warisan budaya.

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana berisi dua bahasa: Penulisan dalam bahasa Lampung dan terjemahan ke bahasa Indonesia menambah nilai akademis dan memperkaya dokumentasi.

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana Memberikan dokumentasi penting bagi sastra lisan Lampung yang hampir punah dan menunjukkan kekhasan berupa dominasi pola teka-teki. Dilain pihak sangat nerguna sebagai sumber kajian akademik, sastra, maupun bahan ajar lokal.

Buku ini selaiknya dicetak ulang untuk kontek budaya dibalik cerita yang masih bisa diperdalam lagi sehingga dapat menambah daya tarik bagi pembaca muda khususnya bagi masyarakat di kabupaten Way Kanan. Melihat akses buku sangat terbatas (file soft copy) dan ditemukan di Museum Leiden diluar negeri tentunya dapat diperbanyak dan dicetak sebagai aset kebudayaan yang tak ternilai.

Buku Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan karya Letti. S & Maman S. Mahayana bukan sekadar kumpulan dongeng, melainkan dokumen budaya yang memperlihatkan kekhasan sastra lisan Way Kanan dengan pola teka-teki sebagai ciri utama. Penemuan kembali buku ini dari Museum Leiden menjadi pengingat bahwa kekayaan lokal sering kali lebih dihargai di luar negeri ketimbang di tanah asalnya. Sangat layak dijadikan bahan ajar muatan lokal, sumber kajian sastra daerah, dan inspirasi bagi pengembangan literasi budaya.



Identitas Buku
Judul: Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan
Penulis: Letti. S & Maman S. Mahayana
Penerbit: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional
Asal Naskah: Koleksi Museum Leiden, Belanda (ditemukan kembali oleh Arman AZ, Peneliti Kebudayaan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *