Jejak Sejarah: Peresmian Stasiun Blambangan Umpu 1927

Oleh Aan Frimadona Roza, Guru IPS di UPT SMPN 7 Banjit

Blambangan Umpu – 22 Februari 1927 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Lampung dan Sumatra Selatan. Di tengah hamparan perkebunan kopi dan lada, dentuman peluit kereta api menggema, menandai resminya jalur penghubung Tanjungkarang–Palembang melalui Stasiun Blambangan Umpu.

Hari itu, dua kereta api berangkat dari arah berbeda. Satu dari Tanjungkarang, satu lagi dari Palembang. Keduanya bertemu tepat di Stasiun Blambangan Umpu, sebuah peristiwa simbolis yang menjadi bukti keberhasilan pembangunan jaringan rel Zuid Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS).

Stasiun yang biasanya lengang, mendadak ramai. Janur kuning menghiasi pintu masuk, musik pengiring menambah khidmat suasana. Hadir dalam peresmian, Kepala Inspektur Perkeretaapian dan Trem Negara, Ir. W.F. Staargaard, yang memberi sambutan tentang pentingnya jalur ini untuk memperlancar arus perdagangan.

Bagi pemerintah kolonial Belanda, stasiun ini adalah pintu gerbang ekonomi. Dari sini, hasil bumi Way Kanan—terutama kopi dan lada—dapat diangkut dengan lebih cepat menuju pelabuhan. Namun, bagi masyarakat lokal, peresmian ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan awal dari terbukanya isolasi panjang. Perjalanan dari kampung menuju kota besar kini tak lagi ditempuh berhari-hari lewat jalan darat yang berat, melainkan cukup dengan kereta api.

Koran Belanda Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch-Indië edisi 23 Februari 1927 ( Foto koran Belanda ditemukan dari Arman AZ, Peneliti Kebudayaan yang sedang berada di Museum Leiden Belanda) melaporkan secara khusus tentang peristiwa ini. Bahkan beberapa bulan kemudian, majalah Indië; Geïllustreerd Weekblad Voor Nederland en Koloniën kembali menyoroti kemegahan peresmian yang dinilai sebagai tonggak transportasi di Sumatra Selatan.

Kini, hampir satu abad berselang, Stasiun Blambangan Umpu masih berdiri, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah transportasi di Lampung. Meski bentuknya tak lagi sama, kisah peresmian tahun 1927 tetap menjadi bagian penting dari ingatan kolektif masyarakat Way Kanan.

#dikutip dari berbagai sumber dan keterangan Arman AZ (peneliti kebudayaan yang menemukan foto/potongan koran Koran Belanda Het Nieuws Van Den Dag Voor Nederlandsch-Indië edisi 23 Februari 1927 peresmian stasiun Blambangan Umpu di Museum Leiden Belanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *