Oleh Aan Frimadona Roza, ASN UPT SMPN 7 Banjit
Tahun 2020, pandemi Covid-19 mengubah wajah pendidikan Indonesia. Sekolah ditutup, siswa belajar dari rumah, dan pembelajaran daring diberlakukan sebagai solusi darurat.
Namun di pedalaman Way Kanan, sistem ini menghadapi kendala besar: Jaringan internet tidak stabil, Tidak semua siswa memiliki gawai memadai dan Kuota internet menjadi beban bagi orang tua.
Kreativitas dari Pedalaman
Dalam keterbatasan itu, SMPN 7 Banjit menemukan jalan keluar. Hadirlah Radio Komunitas Pelita FM 107.7 MHz – sebuah siaran sederhana yang dikhususkan untuk pembelajaran siswa.
Guru-guru menyampaikan materi pelajaran secara bergiliran, sementara siswa cukup menyalakan radio atau ponsel jadul untuk belajar tanpa pusing kuota.
“Sebelumnya setiap minggu saya harus beli paket internet untuk anak. Sinyalnya susah, sering terbuang percuma. Dengan radio ini, anak saya bisa belajar tanpa khawatir kuota,” Ujar Wali murid dari Dusun Ojolali
Apresiasi dan Harapan
Langkah SMPN 7 Banjit disambut positif masyarakat dan mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Inovasi sederhana ini menunjukkan bahwa pendidikan tetap bisa berjalan meski dunia sedang diuji.
Lebih dari sekadar sarana pembelajaran, Radio Komunitas Pelita FM adalah simbol kepedulian sekolah terhadap masyarakat pedalaman.
Sinyal Harapan
Radio komunitas ini menjadi tanda bahwa pandemi tidak selalu memadamkan kreativitas. Dari sebuah sekolah di pedalaman Way Kanan, lahir gagasan sederhana dengan dampak besar: Pendidikan tetap berjalan dengan inovasi, semangat, dan kepedulian. Dan walaupun pandemi telah usai, Radio Komunitas Pelita FM tetap berdiri sebagai bukti kepedulian dan kebersamaan. Ia menjadi pengingat bahwa cita-cita dan mimpi harus tetap berjalan apa pun tantangannya. Saat ini, radio tersebut memang menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang belum berjalan maksimal, namun semangatnya tetap menyala sebagai warisan berharga dari masa pandemi.
Tabik.
Belajar Tanpa Kuota Radio Komunitas Pelita SMPN 7 Banjit di Masa Pandemi (Catatan Pandemi yang Mengguncang Pendidikan)
