Jejak Jawa di Tanah Lampung: Kisah di Balik Nama-Nama Kampung di Way Kanan

Oleh Aan Frimadona Roza, Guru IPS anggota MGMP IPS SMP Kabupaten Way Kanan.


“Nama kampung adalah peta memori setiap suku membawa tanah asalnya dalam sebutan baru.”

Pernahkah kita bertanya, mengapa banyak nama kampung di Way Kanan terdengar seperti nama-nama daerah di Pulau Jawa — seperti Sidomulyo, Banjar Agung, Gedung Rejo, atau Sidoharjo?

Ternyata, nama-nama itu bukan sekadar sebutan administratif, tetapi jejak nyata dari sejarah panjang program transmigrasi nasional yang berlangsung antara tahun 1950 hingga 1980-an.

Pada masa itu, ribuan keluarga dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat datang ke Lampung, termasuk ke wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Way Kanan. Mereka datang dengan semangat membangun kehidupan baru di tanah harapan. Saat membuka lahan dan membangun perkampungan, para transmigran memberi nama tempat tinggal mereka sesuai dengan kampung asal di tanah Jawa — sebagai bentuk kenangan, doa, dan semangat untuk hidup makmur di tanah baru.

Maka lahirlah nama-nama seperti Gedung Rejo (rejo berarti makmur), Sidoarjo (dari kata sido = jadi, arjo = sejahtera), Banjar Agung, Setia Negara, dan banyak lagi. Setiap nama membawa cerita, sejarah, dan identitas dari tanah asal mereka.

Kini, setelah puluhan tahun, Way Kanan menjadi rumah bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman budaya. Masyarakat Lampung dan Jawa berbaur harmonis, saling melengkapi dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi. Tradisi Lampung yang sarat nilai adat berpadu dengan budaya Jawa yang kuat dalam gotong royong dan kesederhanaan.

Nama-nama kampung itu bukan hanya penanda geografis, tetapi simbol perpindahan, harapan, dan adaptasi budaya sekaligus bukti keberhasilan masyarakat Lampung dan Jawa hidup berdampingan dalam damai.

Melalui nama-nama kampung itulah, Way Kanan menyimpan kisah perjalanan bangsa: kisah tentang kerja keras, persaudaraan, dan cita-cita bersama untuk membangun tanah yang subur dengan semangat kebersamaan.


Daftar Rujukan

1. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.
Sejarah Transmigrasi di Indonesia. Jakarta: Kemendesa PDTT, 2020.
2. Pemerintah Provinsi Lampung.
Profil Transmigrasi Provinsi Lampung. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, 2018.
3. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan.
Arsip Sejarah Transmigrasi dan Pembentukan Kampung di Wilayah Way Kanan (1950–1980). Blambangan Umpu, 2022.
4. Sutopo, R. & Wahyudi, A.
Transmigrasi dan Perubahan Sosial di Lampung. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2017.
5. Wawancara Lisan dengan Tokoh Masyarakat Way Kanan.
Hasil wawancara dengan sesepuh kampung Baradatu dan Tiuh Balak, Oktober 2025.
6. Badan Pusat Statistik Kabupaten Way Kanan.
Way Kanan dalam Angka 2024. BPS Way Kanan, 2024.
7. Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Sejarah Pembentukan dan Perkembangan Kampung di Way Kanan. Sekretariat Daerah, 2019.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *