Oleh Risep Fantri Roza (Owner Rumah Roza)
GE-ER (gede rasa)Istilah GE-ER/Gede rasa ini muncul ditahun 90 an yang sampai sekarang masih sering dipakai dalam pergaulan sehari-hari. Pemaknaan secara umum tentang Ge-Er adalah “rasa” yang berlebihan terhadap orang lain baik secara individu ataupun kelompok, Baik itu sebagai sahabat, teman dekat, teman bergiat ditempat kerja,atau disebuah organisasi dan bahkan lebih dari itu.
Saya pernah mengalami “Ge-Er” yang berjenis sahabat dan berjenis Kelompok. Saya pernah menganggap beberapa orang dilingkungan sekitar lebih dari sebagai seorang kawan biasa yang menurut pengertian saya adalah orang yang bisa saling peduli, saling bantu, saling merasakan senang atau susah satu sama lainnya.
Ketika saya dan keluarga membutuhkan bantuan kepentingan, Saya berfikir tanpa perlu bicara “sahabat-sahabat” saya ini akan membantu sekuat mereka dengan kekuatan yang ada. Seperti Doraemon kucing yang baik hati kepada Nobita dalam sebuah film kartun dari Jepang, Pun jika akhirnya gagal maka mereka akan mengatakan “mohon maaf tidak bisa membantu.
Cerita Kedua, Dalam sebuah organisasi sedang melakukan pemilihan anggota sebuah Lembaga Kemahasiswan atas nama “Satu Jiwa” istilah kerennya sesama sama “Kader” (ha..ha..) tentu akan membantu dan “habis-habisan” memperjuangkan teman satu organisasi, Ternyata tidak semua orang dalam satu organisasi “Satu Barisan” kawan kader tersebut ternyata berbaris dibelang kontestan yang berlawanan dengan saya.
Dari kedua peristiwa tersebut, Ternyata semua apa yang saya pikirkan dan saya analisa sama seperti sifat “sahabat-sahabat” secara personal ataupun secara organisasi, Secara individu saya tidak bisa memaksakan pola fikir saya sama seperti mereka,ini Kesalahan Pertama Saya. Kemudian lanjut ke Kesalahan Kedua, mungkin saya “Ge-Er alias Gede Rasa”, Saya yang menganggap orang lain sudah sangat dekat bersahabat bahkan seperti saudara tapi mungkin saja orang tersebut tidak berfikiran sama dengan saya, Ah….Saya aja yang ke Ge-Er ran, Ha..ha..ha…Tapi saya tidak boleh marah, Ngambek dan sejenisnya atau hal-hal beraura negatif lainnya. Walaupun kadang muncul rasa -rasa seperti sahabat-saudara yang tidak dianggap. Saya tetap harus belajar sabar dan ikhlas. Toh… hidup ini harus tetap berjalan, Istilah kerennya apapun yang terjadi “The Show Must Go On”.
Saya dan kita semua harus berusaha Berfikiran Positif dan bertekad untuk terus melangkah tanpa berhenti, Ketika ada hal/peristiwa yang kurang baik kepada kita. Spiritnya adalah kita harus berusaha membalasnya dengan baik, walaupun itu sepertinya berat, kita “Harus” melakukannya, karena kita semua tidak berhak menghukum manusia baik secara individu ataupun Secara organisasi. Menghukum mereka yang mungkin menurut kita kurang baik itu adalah urusan sang pencipta, Kita harus terus belajar agar bisa seperti pepatah ini, ” Berbuat baik dengan orang baik itu biasa, Berbuat baik dengan orang yang tidak baik, itu baru Luar Biasa”. Tabik.
Baradatu,2024
