Titik Balik Perjalanan Hidup Jenderal Sarwo Edhie

Resensi Aan Frimadona Roza, Bergiat di Rumah Baca Yussuf-Baradatu

Pada masa itu, Sarwo Edhie adalah sang nemesis:musuh utama kaum komunis. Ketika sungai-sungai di Jawa berubah merah oleh darah korban pembantaian , Sarwo ada disana. Tangannya juga belumuran darah. Sarwo Edhie jenderal yang memiliki peran sentral dalam pemberangusan Partai Komunis Indonesia (PKI) pasca – Gerakan 30 September 1965. Sebagai komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Sarwo Edhie adalah dalang di balik gerak cepat pasukan khusus memukul basis-basis PKI di Jawa dan Bali.

Demikian kata pengantar buku kecil dengan ukuran 11X16 cm sebuah buku biografi seri buku saku TEMPO:TOKOH MILITER dengan judul SARWO EDHIE DAN MISTERI 1965 yang dicetak oleh PT Gramedia, Jakarta pada Mei 2017. Buku dengan cover bergambar Sarwo Edhie muda dengan seragam loreng militernya menarik untuk dibaca dengan rileks tanpa melepas sikap yang berjiwa nasionalisme penanda haus akan pengetahuan.

Rangakaian peristiwa sepanjang 1965-1966 -pembubaran PKI dan pergantian presiden melambungkan nama Sarwo Edhie Wibowo sekaligus menjadi titik balik perjalanan hidupnya. Sarwo Edhie komando RPKAD saat itu memiliki peran dalam menberanguskan PKI pasca tragedi G30S PKI buang dinilai terlalu keras bahkan menyudutkan barisan pendukung Soekarno.

Kisah tentang Sarwo Edhie dalam buku ini dapat lebih asyik untuk dibaca dengan menguak dan membongkar mitos dari berbagai sisi kehidupan Sarwo Edhie tokoh militer yang dinilai mengubah sejarah. Lebih dari itu dua puluh tahun setelah Sarwo Edhie tutup usia pada November 1989 , anak keturunan nya berada di pucuk kekuasaan Indonesia selain menantunya sebagai Presiden ke 6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono anak lelakinya adalah Jenderal Pramono Edhie Wibowo menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2011-2013 dan disebut-sebut juga menjadi salah satu calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ditambah cucu nya anak dari almarhumah Ibu Ani Yudhoyono yang saat ini menjadi petinggi partai Demokrat yakni AHY dan Ibas Yudhoyono yang mewarnai kancah perpolitikan di Indonesia.

Terakhir sungguh menarik buku ini untuk dibaca dengan memahaminya dan seterusnya wujud dari koleksi pengetahuan perjalanan sejarah bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *