Oleh Rosmalia Resma (Bekerja sebagai ASN di Dinas P3APPKB Kabupaten Way Kanan)
Kemajuan teknologi saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga budaya asli nasional dalam mempertahankan nilai-nilai leluhur yang positif bagi bangsa kita untuk generasi masa kini. Salah satunya melalui permainan tradisional yang merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya dan warisan nenek moyang kita. Lebih dari sekadar hiburan, permainan tradisional mengandung nilai-nilai pendidikan yang berharga dan dapat diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah sebagai alat atau media pembelajaran yang efektif.
Ada banyak ragam jenis permainan tradisional yang mengajarkan berbagai hal dan sesuai dengan perkembangan anak. Sejak zaman dahulu, permainan tradisional telah digunakan oleh masyarakat sebagai cara untuk mengajarkan macam-macam nilai dan keterampilan kepada generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional dapat memberikan aspek proses pembelajaran yang bermakna dan mengajarkan betapa pentingnya kerjasama dan keterampilan sosial antar pemain, di mana anak-anak belajar bekerja sama lalu berkomunikasi dan mengembangkan kecakapan sosial yang penting untuk berinteraksi. Misalnya dalam permainan Gobak Sodor, di dalamnya terkandung pentingnya saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.
Permainan tradisional juga dilakukan dengan melibatkan gerakan fisik; melompat, berlari atau dengan gerakan baik dalam bentuk keterampilan motorik kasar maupun keterampilan motorik halus. Bahkan melalui gerakan berpikir dalam menyusun strategi sehingga membutuhkan ketepatan yang akurat dalam memutuskan strategi permainan. Ada nilai-nilai, pesan moral, dan etika yang bermakna dalam permainan tradisional, misalnya dalam permainan tradisional Congklak atau Sumput baris. Dalam permainan itu anak-anak diajarkan tentang kejujuran, rasa tanggung jawab, dan saling menghormati. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam membentuk karakter anak. Permainan tradisional juga melahirkan kreativitas dan imajinasi anak-anak. Misalnya permainan lompat tali dan egrang yang mengajak anak-anak untuk mengeksplorasi gerakan dan menciptakan variasi baru dalam bermain. Hal ini merangsang kreativitas mereka dan membantu mereka mengembangkan imajinasi yang kaya.
Menggelorakan kembali permainan tradisional juga dapat diterapkan di lingkungan sekolah dapat menjadi alat pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan keterlibatan dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Adapun beberapa jenis permainan tradisional yang sesuai dengan perkembangan peserta didik di lingkungan sekolah di antaranya Gobak Sodor, Engklek, Sumput Baris, Congklak, Lompat Karet, Egrang atau banyak lagi yang lain.
Permainan-permainan tradisional tersebut bisa dimainkan sebagai metode pembelajaran bagi para peserta didik. Selain lebih segar dan menyenangkan, belajar dengan menyelipkan permainan tradisional akan memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami materi. Selain itu siswa akan lebih mengenal permainan tradisional yang sudah ada berpuluh tahu lalu sehingga nantinya bisa turut melestarikan permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan anak-anak.
Tabik.
