Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM): Menyemai Harapan, Merawat Literasi

Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) bukan sekadar ruang pertemuan para penggerak literasi, tetapi adalah napas panjang perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa dari akar rumput. Melalui forum ini, suara-suara dari pelosok negeri bertemu, bersatu dalam semangat untuk menjaga bara literasi tetap menyala, walau angin tantangan terus menerpa.

Refleksi atas forum ini mengajarkan bahwa TBM bukan hanya tempat membaca, melainkan ruang hidup yang memerdekakan pikiran dan perasaan. Di sana, anak-anak menemukan dunia lewat halaman buku, ibu-ibu belajar menulis puisi, dan pemuda-pemudi berbagi cita-cita membangun kampung melalui kata-kata.

Dalam forum, banyak kisah dibagikan: tentang TBM yang berdiri di pojok surau, di rumah panggung sederhana, bahkan di bawah pohon rindang. Kisah-kisah ini menyentuhโ€”bahwa literasi tumbuh bukan karena fasilitas megah, melainkan karena cinta, tekad, dan gotong royong. Penggerak TBM adalah para pejuang senyap yang bekerja tanpa pamrih, menjadikan buku sebagai jembatan antara ketertinggalan dan harapan.

Namun refleksi ini juga membuka mata kita pada berbagai kendala: akses buku yang terbatas, kurangnya dukungan pemerintah lokal, minimnya pelatihan, hingga tantangan regenerasi penggerak. Forum ini menjadi pengingat bahwa kerja literasi harus terus dikawal, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan jejaring, kolaborasi, dan kebijakan yang berpihak.

Akhirnya, Forum TBM bukan hanya agenda tahunan atau sekadar pertemuan formal. Ia adalah momentum konsolidasi gerakan, penyegaran semangat, serta penguat identitas bahwa literasi adalah hak semua warga. Dari forum ini, kita pulang dengan beban baru: melanjutkan kerja-kerja sunyi yang mengakar, agar literasi tak hanya hidup di kota, tetapi juga tumbuh subur di kampung-kampung, di lorong-lorong kecil negeri ini.


Adi Nurjana Resma (Pengelola PustakaNet Kampung Ramsai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *