Dari Membaca hingga Penelitian Kampus: Buku Tamu Berkisah, Literasi Bertumbuh di Rumah Baca Yusuf

Baradatu, 5 September 2025. Catatan buku tamu Rumah Baca Yusuf kembali menorehkan kisah menarik sepanjang bulan Mei hingga Agustus 2025. Selama empat bulan terakhir, tercatat 61 pengunjung hadir dengan beragam aktivitas, mulai dari membaca, meminjam buku, hingga menjadikan rumah baca sebagai ruang silaturahmi literasi.

Dari jumlah tersebut, 31 orang memilih membaca buku langsung di rumah baca, sementara 14 orang memanfaatkan layanan peminjaman dan pengembalian buku. Lebih dari itu, 3 mahasiswa datang khusus untuk melakukan observasi penelitian kampus, menjadikan Rumah Baca Yusuf sebagai salah satu rujukan akademis.

Tak kalah penting, sejumlah komunitas literasi juga hadir bersilaturahmi. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan semangat untuk terus menggerakkan budaya membaca di Way Kanan. Hal ini menegaskan bahwa Rumah Baca Yusuf bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga ruang pertemuan gagasan dan penguatan jejaring literasi.

“Setiap nama di buku tamu bukan hanya angka, tapi jejak perjalanan literasi. Kami ingin Rumah Baca Yusuf menjadi rumah bersama, tempat masyarakat merasa nyaman membaca, menulis, dan berdiskusi,” ujar pengelola Rumah Baca Yusuf.

Dengan catatan pengunjung yang terus bergerak positif, Rumah Baca Yusuf membuktikan perannya sebagai pusat literasi masyarakat yang hidup, terbuka, dan bermanfaat. Semoga semangat ini bisa menginspirasi kampung-kampung lain di Way Kanan untuk menghadirkan ruang serupa: rumah baca sebagai jantung peradaban kecil yang menumbuhkan generasi cerdas dan berbudaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *