Oleh Fitri Badriyah Ketua TBM Kusnar
Di tengah derasnya arus digital dan tantangan sosial seperti judi online dan pinjaman daring, Dari Kampung Setia Negara, Kecamatan Baradatu, tampil dengan gagasan yang menyalakan harapan. Namanya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kusnar, yang tak hanya mengajak masyarakat membaca, tetapi juga berpikir kritis dan berdaya secara ekonomi.Melalui program “Jejak Literasi TBM Kusnar 2025”, TBM Kusnar menggandeng para relawan, komunitas literasi, dan masyarakat luas untuk bergerak bersama menguatkan budaya baca dan kemampuan hidup bermartabat di era digital.
Dengan tema besar “Literasi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata membangun kesadaran dan keterampilan masyarakat agar tangguh menghadapi problem sosial kontemporer.“Literasi sejati adalah kemampuan masyarakat untuk menggunakan pengetahuan guna meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesejahteraan hidupnya,” ujar Fitri Ketua TBM Kusnar tegas.
“Melalui Jejak Literasi 2025, kami ingin membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan dan informasi yang kritis.” Selama dua pekan pertama bulan Oktober 2025, TBM KUSNAR akan menjadi pusat denyut literasi di Way Kanan.
Tiga agenda utama disiapkan untuk menyalakan semangat, mengasah kemampuan, dan membangun jejaring antarpegiat literasi. Kegiatan pertama, “Penguatan Komunitas Penggerak Literasi” (5 Oktober 2025), akan mempertemukan para penggiat dan relawan literasi dari berbagai kecamatan di Way Kanan. Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik dan strategi dalam mengelola kegiatan literasi. TBM Kusnar berharap, kolaborasi antar komunitas bisa memperluas jangkauan gerakan membaca hingga ke kampung-kampung terpencil. “Gerakan literasi tak bisa berjalan sendiri. Ia butuh gotong royong, jejaring, dan saling belajar,” tutur Fitri.
Agenda berikutnya, Pelatihan Read Aloud (Membaca Nyaring) pada 11 Oktober 2025, menyasar ibu-ibu muda dan orang tua di sekitar TBM Kusnar. Mereka akan belajar cara membacakan cerita dengan ekspresif agar anak-anak tumbuh mencintai buku sejak dini.Bagi Fitri, membaca nyaring bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan investasi masa depan. “Anak yang suka membaca akan tumbuh dengan imajinasi luas dan kemampuan berpikir kritis. Dari situlah kesejahteraan intelektual dimulai,” ujarnya lembut.
Puncaknya, pada 12 Oktober 2025, TBM Kusnar menggelar pelatihan Public Speaking dan Penulisan Teks Public Speaking bertema “Melawan Judi Online dan Pinjaman Online.”Melalui sesi ini, masyarakat, terutama generasi muda akan belajar bagaimana berbicara di depan publik dengan percaya diri sambil memahami dampak sosial dan ekonomi dari praktik judi serta pinjaman daring ilegal.
TBM Kusnar ingin mencetak duta-duta edukasi di masyarakat. Anak muda yang berani bicara dan berpihak pada kebaikan. Didirikan di Kampung Setia Negara, TBM Kusnar kini menjelma menjadi lebih dari sekadar tempat membaca. Di taman baca ini menjadi pusat pembelajaran masyarakat, tempat bertemunya ide, kreativitas, dan empati sosial.TBM ini membuka ruang bagi siapa pun—anak-anak, ibu rumah tangga, hingga pemuda—untuk belajar, berdiskusi, dan menemukan solusi atas persoalan hidup.
Dengan semangat “literasi untuk kesejahteraan”, TBM Kusnar terus membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu buku, satu percakapan, dan satu langkah kecil di kampung.TBM Kusnar adalah Taman Bacaan Masyarakat aktif di Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang berkomitmen mentransformasi layanan perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan edukatif, TBM ini mendorong literasi sebagai jalan menuju kesejahteraan sosial dan ekonomi.
