Teknik Dasar Story Telling (Bercerita /Mendongeng)

Oleh Iin Muthmainnah (Seniman juga Bergiat di Komunitas Dongeng Dakocan Bandar Lampung)

Mendongeng atau bercerita merupakan seni menyampaikan kisah secara lisan dengan tujuan menghibur, mengedukasi, atau menyampaikan pesan moral. Aktivitas ini tidak hanya bermanfaat untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Bagi pemula, mendongeng
mungkin tampak menantang, tetapi dengan teknik dan persiapan yang tepat, siapa pun bisa melakukannya dengan baik, asalkan memahamiteknik-tekniknya.
Teknik dasar bercerita atau mendongeng sangat penting untuk menyampaikan cerita dengan menarik, hidup, dan memikat pendengar. Berikut adalah beberapa teknik dasar dalam bercerita atau mendongeng :

  • Persiapan Cerita
    Langkah pertama dalam mendongeng adalah memilih cerita yang tepat. Pertimbangkan usia, minat, dan kebutuhan audiens. Untuk anak-anak, pilih cerita dengan alur sederhana dan karakter yang mudah dikenali, seperti binatang atau tokoh-tokoh fantasi. Bagi pendengar dewasa, pilih cerita dengan tema yang lebih mendalam atau inspiratif.
    √ Pilih Cerita yang Sesuai: Pilih cerita yang sesuai dengan usia, minat, dan latar belakang pendengar.
    √ Cerita Untuk Anak, pilih cerita dengan alur sederhana dan karakter yang mudah dikenali, seperti binatang atau tokoh-tokoh fantasi.
  • √ Cerita Untuk Remaja/Dewasa. pilih cerita dengan tema yang lebih mendalam atau inspiratif.Pahami Alur Cerita: Kenali alur cerita mulai dari awal, konflik, puncak, dan penyelesaian. Memahami alur akan membantu dalam penyampaian yang runtut. Pelajari Karakter: Kenali setiap karakter dalam cerita, termasuk kepribadian, peran, dan dialog yang mungkin digunakan.

Tips memilih cerita:
√ Pilih cerita dengan pesan yang jelas dan tidak terlalu rumit.
√ Pastikan cerita mengandung elemen emosional, seperti humor,kebahagiaan, atau ketegangan.
√ Pilih cerita dengan panjang yang sesuai, jangan terlalu singkat atau terlalu panjang, terutama jika masih pemula.

Pahami Alur Cerita

Sebelum mulai mendongeng, penting untuk memahami cerita secara menyeluruh. Ketahui struktur cerita, yang umumnya terdiri dari tiga bagian utama: pengenalan, konflik, dan penyelesaian. Pahami juga karakter-karakter yang ada, bagaimana mereka berbicara, dan bagaimana peran mereka dalam cerita.

Cara memahaminya:

  1. Baca cerita secara berulang untuk menghafal alur dan detail penting.
  2. Buat catatan tentang karakter utama dan peristiwa penting.
  3. Coba ceritakan kembali kepada diri sendiri dengan kata-kata yang lebih sederhana.
  4. Teknik Penyampaian Suara
  • Variasi Intonasi: Gunakan perubahan intonasi suara untuk menunjukkan emosi, ekspresi, dan membedakan karakter. Misalnya, suara yang tinggi untuk karakter yang bersemangat atau rendah untuk karakter yang lebih serius.
  • Volume dan Kecepatan Bicara: Sesuaikan volume suara dengan situasi dalam cerita, serta atur kecepatan bicara. Pada saat yang menegangkan, berbicaralah dengan lebih lambat, sementara pada saat yang seru atau gembira, bisa dipercepat. Beri jeda atau
    diam sejenak untuk membangun ketegangan atau untuk memberi kesempatan kepada pendengar merenungkan bagian penting.
  • Artikulasi yang Jelas: Pastikan setiap kata diucapkan dengan jelas agar pendengar
    memahami setiap bagian cerita.

Ekspresi Wajah dan Gerakan Tubuh

    Mendongeng tidak hanya tentang kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana tubuh dan wajah mendukung cerita. Ekspresi wajah yang dinamis dan gerakan tubuh yang sesuai dapat memperkuat penyampaian emosi dan membuat cerita lebih hidup. Gerakan tubuh, seperti tangan atau postur, dapat membantu menekankan suatu tindakan atau situasi.

    • Ekspresi Wajah: Tunjukkan emosi melalui mimik wajah yang sesuai dengan cerita. Misalnya, tersenyum dan sikap enerjik saat bercerita tentang kebahagiaan atau
      mengernyitkan dahi, menunjukkan wajah tegang, mencondongkan tubuh sedikit untuk membangun susasa, saat bagian cerita yang penuh ketegangan.
    • Gerakan Tubuh: Gunakan gerakan tangan, postur, dan tubuh untuk mendukung cerita. Gerakan yang sesuai dapat membuat cerita lebih hidup dan dinamis. Sesuaikan gerakan tangan dengan alur cerita, misalnya ketika ada karakter yang berlari atau saat sedang menunjukkan sesuatu.

    Interaksi dengan Pendengar

      Interaksi adalah bagian penting dalam mendongeng, terutama bagianak-anak. Pendengar akan lebih terlibat jika mereka merasa diajak berpartisipasi. Tanyakan pertanyaan retoris atau minta pendengar membayangkan situasi dalam cerita. Ini tidak hanya membuat mereka lebih fokus, tetapi juga menciptakan pengalaman mendongeng yang lebih interaktif.

      • Kontak Mata: Jalin kontak mata dengan pendengar untuk membangun kedekatan. Kontak mata membantu pendengar merasa terlibat dan fokus pada cerita.
      • Ajukan Pertanyaan atau Ajak Berinteraksi: Sesekali ajukan pertanyaan kepada pendengar atau minta mereka membayangkan suatu adegan, ini akan membuat mereka
        merasa lebih terlibat dalam cerita. Ajukan pertanyaan sederhana, misalnya: “Menurutmu apa yang terjadi selanjutnya?” Minta mereka untuk ikut menirukan suara atau gerakan dalam cerita, seperti suara angin atau tepukan tangan saat ada bagian yang seru.
      • Pahami Reaksi Pendengar: Amati bagaimana pendengar bereaksi. Jika mereka tampak bosan, coba tingkatkan intensitas cerita, atau jika mereka terlihat antusias, lanjutkan dengan energi yang sama.

      Pembangunan Imajinasi

        Kemampuan untuk membuat pendengar membayangkan adegan dalam cerita sangat penting. Deskripsi yang detail tentang tempat, suasana, dan perasaan para tokoh akan membuat cerita lebih nyata di benak pendengar. Gunakan kata-kata yang menggambarkan secara visual, seolah pendengar bisa melihat atau merasakan apa yang terjadi.

        Tips membuat deskripsi:

        • Gunakan pancaindra untuk mendeskripsikan, dan deskripsi yang kaya untuk membantu pendengar membayangkan latar, suasana, dan karakter dalam cerita. Semakin jelas visualisasi yang kamu buat, semakin kuat daya tarik cerita. Misalnya
          “angin dingin yang menusuk tulang” atau “aroma bunga yang harum memenuhi udara.”
        • Gambarkan emosi dengan jelas, misalnya “wajahnya memerah karena malu” atau “dia menggigil ketakutan.” Jangan terlalu panjang dalam mendeskripsikan, cukup fokus pada hal-hal yang penting dan mendukung alur cerita.
        • Penggunaan Suara Tambahan: Tambahkan efek suara dari suara mulut untuk menggambarkan lingkungan atau situasi, seperti angin berhembus, suara binatang, atau
          langkah kaki.

        Penutup Cerita yang Kuat

          • Penyelesaian yang Memuaskan: Akhiri cerita dengan penyelesaian yang jelas dan memuaskan, baik itu happy ending atau ending yang membuat pendengar berpikir.
          • Pesan Moral (Jika Ada): Jika cerita memiliki pesan moral, sampaikan dengan halus tanpa menggurui, sehingga pendengar dapat menyimpulkan sendiri. Dengan menguasai teknik-teknik ini, kamu bisa membuat cerita lebih menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan atau hiburan kepada audiens.

          Akhiri dengan Kesimpulan yang Kuat

            Penutup cerita sangat penting untuk memberikan kesan yang mendalam pada pendengar. Pastikan cerita berakhir dengan penyelesaian yang jelas dan memuaskan. Jika cerita
            mengandung pesan moral, sampaikan dengan halus tanpa menggurui, biarkan pendengar menyampaikan sendiri.

            Latihan dan Percaya Diri

              Seperti keterampilan lainnya, mendongeng membutuhkan latihan. Jangan takut untuk memulai, meski mungkin belum sempurna pada awalnya. Dengan sering bercerita, kamu akan semakin terbiasa dan mampu mengembangkan gaya mendongeng yang unik. Latihan yang bisa dilakukan:

              • Latih bercerita di depan cermin atau kepada teman dekat.
              • Rekam diri sendiri saat bercerita untuk mengevaluasi ekspresi, intonasi, dan gerakan.
              • Minta umpan balik dari orang lain untuk terus meningkatkan kemampuan.

              Mendongeng adalah seni yang bisa dipelajari oleh siapa saja, termasuk pemula. Dengan memahami teknik-teknik dasar seperti memilih cerita yang sesuai, menggunakan intonasi dan ekspresi yang tepat, serta berinteraksi dengan pendengar, kamu bisa menjadi pendongeng yang handal. Latihan terus-menerus akan membuat keterampilanmu semakin berkembang dan cerita yang kamu bawakan akan lebih memikat. Jadi, jangan ragu untuk mulai mendongeng dan berkreasi! SELAMAT BERCERITA.

              Leave a Reply

              Your email address will not be published. Required fields are marked *