Menemukan Makna Sukses dalam Keheningan yang Bertumbuh

Peresensi Siti Kusumaningsih pengelola Rumah Baca Yussuf

Buku Ketenangan yang Bergerak karya Arie Anthony Thamrin menawarkan sebuah narasi yang jujur dan membumi tentang perjalanan karier yang dijalani tanpa gegap gempita. Judulnya sendiri sudah mengundang perenungan: ketenangan yang tidak diam, tetapi bergerak—bertumbuh bersama waktu, pengalaman, dan kesadaran diri. Buku ini bukan sekadar kisah sukses, melainkan refleksi tentang bagaimana kesederhanaan, ketekunan, dan rasa syukur menjadi fondasi perjalanan hidup.

Disusun oleh Tim Lampung Literature dan dieditori dengan rapi, buku ini hadir sebagai bacaan yang tenang, mengalir, dan mudah dicerna. Tidak ada ambisi untuk menggurui pembaca. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca berjalan bersama penulis, menyelami pengalaman demi pengalaman yang membentuk karakter dan cara pandang terhadap kerja, kehidupan, serta makna keberhasilan.

Arie Anthony Thamrin menempatkan karier bukan semata sebagai tangga pencapaian jabatan atau materi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang terus bergerak. Dalam buku ini, pembaca diajak memahami bahwa ketenangan tidak selalu berarti stagnasi. Justru dalam ketenangan itulah seseorang dapat mengambil keputusan dengan jernih, bekerja dengan konsisten, dan bertumbuh secara berkelanjutan.

Tiga nilai utama kesederhanaan, ketekunan, dan rasa syukur menjadi benang merah yang merangkai keseluruhan isi buku. Kesederhanaan ditampilkan sebagai sikap hidup yang menjaga fokus, ketekunan sebagai energi untuk bertahan dalam proses panjang, dan rasa syukur sebagai kunci untuk tetap membumi di tengah pencapaian. Nilai-nilai ini terasa relevan, terutama di era yang sering mengukur keberhasilan secara instan dan serba cepat.

Buku ini juga menyoroti dinamika dunia kerja dengan cara yang realistis. Tantangan, kegagalan, dan proses penyesuaian tidak disamarkan, tetapi disampaikan secara proporsional. Pembaca diajak melihat bahwa perjalanan karier adalah rangkaian proses, bukan garis lurus tanpa hambatan.

Dari sisi bahasa, Ketenangan yang Bergerak ditulis dengan gaya yang lugas, reflektif, dan tidak berlebihan. Bahasa yang digunakan cenderung tenang, sejalan dengan tema besar buku. Tata letak dan desain sampul yang sederhana turut memperkuat kesan bahwa buku ini memang ingin berbicara tentang esensi, bukan sensasi.

Dengan ketebalan 126 halaman, buku ini cukup ringkas namun padat makna. Setiap bagian terasa terarah dan tidak melebar ke mana-mana. Penyuntingan yang rapi membuat alur bacaan nyaman, cocok dibaca perlahan, bahkan bisa menjadi teman refleksi di sela-sela kesibukan.

Keunggulan utama buku ini terletak pada kejujuran dan relevansinya. Buku ini tidak menjanjikan formula sukses instan, melainkan menawarkan cara pandang yang lebih manusiawi terhadap karier dan kehidupan. Bagi pembaca yang sedang meniti jalan profesional, menghadapi kebimbangan, atau merasa lelah dengan tuntutan pencapaian, buku ini dapat menjadi ruang jeda untuk menata ulang tujuan.

Selain itu, konteks lokal yang melekat pada proses penerbitannya melalui Lampung Literature menjadi nilai tambah. Buku ini menunjukkan bahwa refleksi berkualitas dapat lahir dari mana saja, tidak harus dari pusat-pusat besar industri perbukuan.

Ketenangan yang Bergerak adalah buku reflektif yang mengajak pembaca memaknai ulang arti sukses dan perjalanan karier. Dengan mengedepankan kesederhanaan, ketekunan, dan rasa syukur, Arie Anthony Thamrin menyuguhkan sebuah kisah yang tenang namun bermakna. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang ingin menjalani hidup dan pekerjaan dengan lebih sadar, konsisten, dan penuh rasa syukur.

Buku ini bukan tentang berlari paling cepat, melainkan tentang tetap bergerak dengan tenang dan arah yang jelas.

Identitas Buku

Judul Buku: Ketenangan yang Bergerak: Kesederhanaan, Ketekunan, dan Rasa Syukur – Sebuah Perjalanan Karier
Penulis: Arie Anthony Thamrin
Penerbit: Lampung Literature
.

Tahun penerbitan: Juli 2025
Tebal: vi + 126 halaman | Ukuran: 14 x 21

QRCBN: 62-4617-0597-14

Editor: Devin Nodestyo

Pemeriksa Aksara:Novian Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *