Way Kanan, 16 Januari 2026. Upaya menjaga cerita rakyat agar tidak hilang ditelan zaman akhirnya membuahkan hasil. Buku “Jejak Tuha: Antologi Kisah Rakyat, Identitas dan Budaya Way Kanan” resmi diluncurkan pada Jumat, 16 Januari 2026, bertempat di Gedung Nuwa Adat Way Kanan, Blambangan Umpu, mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.
Peluncuran buku ini sekaligus menjadi ajang pembagian buku kepada para penulis yang karyanya terpilih dan berhasil dibukukan. Buku Jejak Tuha memuat 32 karya penulis lokal, hasil program penerima manfaat Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII yang dilakukan pengiat literasi asal Way Kanan Eko Prasetyo. Dari proses kreatif dan pendampingan dalam Lokakarya Penulisan Cerita Rakyat.
Kegiatan ini berawal dari kegelisahan akan semakin jarangnya cerita rakyat Way Kanan dikenal generasi muda. Menurut penggagas kegiatan, Eko Prasetyo, jika cerita rakyat tidak segera dibukukan, bukan tidak mungkin anak-anak justru lebih mengenal cerita luar dibandingkan kisah daerahnya sendiri.
“Cerita rakyat kita kaya nilai, identitas, dan sejarah. Kalau tidak kita tulis dan bukukan sekarang, lama-lama bisa hilang,” ujar Eko Prasetyo. Sebagai tindak lanjut, Eko Prasetyo melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII menginisiasi Lokakarya Penulisan Cerita Rakyat yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025 lalu di TBM SKB Kabupaten Way Kanan. Lokakarya ini menghadirkan para narasumber berpengalaman, yakni Erwin Wibowo (Balai Bahasa Lampung), Siti Mutmainah (Penerbit Laduny Alifatama), Triamiyati (Penulis), dan Yudison (Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Way Kanan). Peserta dibekali teknik menulis cerita rakyat yang tetap otentik, menarik, dan relevan dengan pembaca masa kini.
Tulisan-tulisan peserta yang telah direvisi pasca lokakarya kemudian dibukukan dalam Jejak Tuha dan diterbitkan oleh Penerbit Laduny Alifatama.
Dalam acara launching hari ini Jum’at (16/1) di Gedung Nuwa Adat Way Kanan Blambangan Umpu setiap penulis mendapatkan satu eksemplar buku secara gratis. Bagi penulis yang ingin menambah koleksi, buku dapat dibeli dengan harga Rp60.000 per eksemplar, termasuk biaya cetak dan ongkir.
Kegiatan ini didukung oleh berbagai pihak, antara lain Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, Balai Bahasa Provinsi Lampung, Dinas Pendidikan Kabupaten Way Kanan, UPT SKB Way Kanan, TBM SKB Way Kanan, Forum TBM Way Kanan, serta Penerbit Laduny Alifatama.
Melalui buku Jejak Tuha, cerita rakyat Way Kanan kini tidak hanya hidup dalam ingatan, tetapi juga hadir dalam bentuk buku sebagai warisan budaya yang siap dibaca dan diwariskan ke generasi berikutnya.
