Catatan Aan Frimadona Roza, Pengurus ICMI Orda Way Kanan Bidang SDM dan Pendidikan
Libur awal puasa sering dipahami sebagai jeda aktivitas belajar di sekolah. Namun dari sudut pandang saya sebagai pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Way Kanan Bidang SDM dan Pendidikan, momentum ini justru memiliki makna strategis dalam pembinaan generasi muda.
Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pembentukan karakter dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Jika pendidikan formal memberi ruang pada penguatan akademik, maka Ramadan memberi ruang pada penguatan spiritual dan moral. Keduanya tidak boleh dipisahkan.
Sebagai bagian dari ICMI, saya memandang bahwa pembangunan SDM unggul tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga integritas, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Libur awal puasa adalah kesempatan emas bagi keluarga untuk mengambil peran lebih besar dalam pendidikan karakter anak.
Di Way Kanan, tantangan pendidikan kita bukan hanya soal mutu akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan daya tahan moral generasi muda di tengah arus digitalisasi. Ramadan menghadirkan ruang kontemplasi anak belajar menahan diri, mengelola waktu, serta meningkatkan kepedulian melalui kegiatan sosial dan ibadah.
Dalam konteks pembinaan SDM, jeda sekolah ini seharusnya diisi dengan kegiatan produktif: pesantren kilat, literasi keislaman, diskusi remaja masjid, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci.
Sebagai pengurus Bidang SDM dan Pendidikan, saya meyakini bahwa Ramadan adalah “kelas kehidupan” yang sangat efektif. Di bulan ini, anak tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga belajar memahami diri. Tidak hanya belajar teori disiplin, tetapi mempraktikkannya secara langsung.
Ke depan, sinergi antara sekolah dan organisasi seperti ICMI perlu terus diperkuat agar momentum Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi gerakan pembinaan generasi intelektual yang beriman, berilmu, dan berakhlak. Karena pada akhirnya, kualitas daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan pembinaan itu dimulai dari ruang-ruang kecil rumah, masjid, dan sekolah yang saling menguatkan.
