Puisi Bimo Seno

Dalam Sunyi Tak Bernama (1)

Di antara sudut ruang hampa ituaku bertanya di mana namakutertutup irisan benciatau hilang di antara derasnya muak

Tak lagi kulihat secercah rindu yang terlihat hanya dendam piluatas dunia yang hanya semuharta yang kian terindu

Desir angin menghembus pelan di mukamembisik tanpa maknamungkinkah makna tlah sirnadalam dekapan bayang-bayang tanpa kata

Tumpukan sepi menindih sisa rasadi lorong-lorong tanpa cahayanamaku mungkin telah luruh bersama debu lukaterserak di sudut yang tak lagi dijaga

Dalam ruang yang tak pernah selesaiwaktu menggantung tanpa arah kembaliangin berputar membawa jejak yang usaiseolah tak pernah ada yang menanti

Ada gema yang retak di dinding jiwamengulang namaku tanpa suaralalu pecah menjadi serpihan tak bermaknalenyap sebelum sempat terbaca

Jika benar aku telah terhapus diam-diambiarlah aku tinggal dalam bayang kelammenjadi sunyi yang tak lagi dikenangdi antara ruang… yang tak pernah pulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *