Ali Rahman, Putra Daerah yang Mengabdikan Hidupnya untuk Way Kanan

Oleh Aan Frimadona Roza, Penggiat Rumah Baca Yussuf Baradatu

Kabupaten Way Kanan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Kepergian Drs. H. Ali Rahman, M.T. pada 10 Maret 2025 meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Sosok yang dikenal sederhana, dekat dengan rakyat, dan penuh dedikasi itu berpulang belum genap satu bulan setelah dilantik menjadi Bupati Way Kanan periode 2025–2030.

Meski masa jabatannya sebagai bupati berlangsung singkat, jejak pengabdian Ali Rahman untuk Way Kanan sesungguhnya telah berlangsung sangat panjang. Hampir seluruh hidupnya didedikasikan untuk membangun tanah kelahirannya sendiri.

Ali Rahman lahir di Blambangan Umpu, Way Kanan, pada 10 Agustus 1970. Ia tumbuh dari lingkungan sederhana dan menempuh pendidikan sejak kecil di kampung halamannya. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri Baru Blambangan Umpu, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Blambangan Umpu. Saat remaja, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 3 Bogor sebelum kembali menapaki jalan pengabdian melalui APDN Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Semangat belajarnya tidak pernah berhenti. Setelah menyelesaikan pendidikan administrasi pemerintahan, Ali Rahman melanjutkan studi di STIA LAN RI Jakarta dan meraih gelar sarjana. Ia kemudian menempuh pendidikan Magister Teknik dan Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung. Latar pendidikan tersebut membentuk dirinya sebagai birokrat yang memahami pembangunan tidak hanya dari sisi pemerintahan, tetapi juga dari sisi teknis dan pelayanan publik.

Kariernya dimulai dari bawah sebagai aparatur sipil negara. Pada tahun 1993 ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Bahuga. Sejak saat itu, perjalanan pengabdiannya terus berlangsung di berbagai bidang pemerintahan. Setelah Way Kanan resmi berdiri sebagai kabupaten pada tahun 1999, Ali Rahman menjadi salah satu birokrat daerah yang turut membangun pondasi pemerintahan baru tersebut.

Ia pernah menjabat Camat Pembantu Way Tuba, Penjabat Sekretaris Kecamatan, Penjabat Camat Way Tuba, hingga Penjabat Camat Bahuga. Pengalaman di tingkat kecamatan membuatnya memahami langsung kehidupan masyarakat dan kebutuhan daerah pedesaan. Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan, kemudian menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan. Dari sinilah namanya mulai dikenal sebagai sosok yang kuat di bidang pembangunan infrastruktur.

Pengalamannya membawa Ali Rahman dipercaya menduduki jabatan penting di tingkat provinsi, seperti Kepala Dinas PU Lampung Selatan, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung. Meski pernah bertugas di luar daerah dan bahkan di Jakarta, hatinya tetap tertaut pada Way Kanan.

Dalam sebuah sambutannya saat menjadi Wakil Bupati Way Kanan tahun 2021, Ali Rahman pernah menyampaikan bahwa garis tangannya memang untuk kembali mengabdi di Way Kanan. Pernyataan itu mencerminkan kecintaannya yang besar terhadap daerah kelahirannya.

Ketika dipercaya menjadi Wakil Bupati Way Kanan periode 2021–2024 mendampingi Raden Adipati Surya, Ali Rahman dikenal aktif mendukung pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat. Ia selalu menekankan pentingnya persatuan, suasana yang damai, dan kebersamaan dalam membangun Way Kanan. Bersama Ayu Asalasiyah, ia kemudian memenangkan Pilkada 2024 dengan perolehan suara 54,50 persen. Pada 20 Februari 2025, Ali Rahman resmi dilantik oleh Prabowo Subianto sebagai Bupati Way Kanan periode 2025–2030.

Namun takdir berkata lain. Belum genap satu bulan menjalankan amanah sebagai bupati, Ali Rahman wafat pada Senin, 10 Maret 2025 di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung akibat komplikasi penyakit jantung dan diabetes. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Way Kanan.

Ali Rahman bukan hanya dikenang karena jabatan yang pernah diembannya, tetapi karena dedikasi dan perjalanan panjang pengabdiannya. Ia adalah contoh birokrat yang tumbuh dari bawah, memahami masyarakat, dan bekerja tanpa banyak pencitraan. Selama bertugas, ia dikenal bersih, berdedikasi, dan tidak pernah tersangkut persoalan hukum ataupun korupsi.
Bagi masyarakat Way Kanan, Ali Rahman adalah simbol pengabdian putra daerah. Sosok yang membangun karier dengan kerja keras, kembali ke kampung halaman untuk mengabdi, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya demi kemajuan daerahnya sendiri.

Hari ini, meski beliau telah tiada, jejak pengabdiannya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat Way Kanan. Nama Ali Rahman akan dikenang sebagai tokoh pembangunan, birokrat pekerja keras, dan pemimpin yang tulus mencintai daerahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *