Oleh: Aan Frimadona Roza
Penggiat Rumah Baca Yussuf Baradatu
Perkembangan teknologi pada era modern saat ini telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Hampir semua aktivitas kini dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien melalui bantuan teknologi digital. Salah satu perkembangan yang paling banyak diperbincangkan adalah hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini mulai digunakan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kehidupan sehari-hari.
Namun, di tengah kemajuan tersebut masih ada sebagian masyarakat yang memandang penggunaan AI sebagai sesuatu yang membuat manusia malas berpikir. Padahal, sesungguhnya AI hanyalah alat bantu. Teknologi tidak akan mampu bekerja tanpa adanya gagasan, konsep, dan pemikiran dari manusia itu sendiri. AI bukan pengganti akal manusia, melainkan sarana untuk membantu merapikan, mempercepat, dan mengembangkan ide yang telah dimiliki seseorang.
Seseorang tetap harus mempunyai kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta wawasan yang baik sebelum menggunakan AI. Tulisan yang baik tetap lahir dari pemikiran manusia. Ide, gagasan, dan nilai-nilai kehidupan berasal dari pengalaman, ilmu pengetahuan, dan kemampuan berpikir seseorang. AI hanya membantu menyusun bahasa agar lebih rapi, mudah dipahami, dan efektif disampaikan kepada pembaca. Karena itu, penggunaan AI secara bijak justru dapat menjadi bagian dari kemajuan bangsa.
Generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan meningkatkan kualitas diri. Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk hiburan semata tanpa menghasilkan manfaat bagi kehidupan. Kemajuan teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia agar lebih unggul dan siap menghadapi persaingan global.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menjadi pengingat penting bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda saat ini. Tunas bangsa harus dipersiapkan bukan hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan zaman.
Kebangkitan nasional di era modern bukan lagi sekadar perjuangan fisik, melainkan perjuangan dalam membangun kualitas manusia Indonesia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Penguasaan teknologi harus berjalan berdampingan dengan nilai moral, budaya, dan rasa cinta tanah air. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Melalui literasi, pendidikan, dan pemanfaatan teknologi yang bijak, kita dapat menjaga tunas bangsa agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan mandiri. Sebab, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh kualitas manusia yang menggunakannya. Indonesia membutuhkan generasi yang mampu berpikir, berkarya, dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama demi menjaga kedaulatan negara di masa depan.
