Oleh Aan Frimadona Roza, Kepala UPT SMPN 7 Banjit
Pelepasan siswa sebenarnya bukan sekadar acara seremonial, bukan hanya tentang pakaian rapi, foto bersama, atau ucapan perpisahan. Di balik itu semua, ada perjalanan panjang yang diam-diam menyimpan banyak cerita. Ada perjuangan, air mata, harapan orang tua, kesabaran guru, dan mimpi anak-anak yang perlahan mulai tumbuh.
Tiga tahun mungkin terasa singkat. Namun bagi seorang siswa, itu adalah masa penting untuk belajar mengenal kehidupan. Ada anak yang datang ke sekolah dengan rasa malu, ada yang takut berbicara, ada pula yang awalnya tidak percaya diri. Tetapi waktu mengajarkan banyak hal. Sedikit demi sedikit mereka belajar bertanggung jawab, belajar menghargai waktu, belajar memahami arti pertemanan, dan belajar bangkit saat mengalami kegagalan.
Di sekolah, tidak semua pelajaran tertulis di papan tulis. Kadang hidup justru mengajarkan lewat teguran guru, lewat tugas yang terasa sulit, lewat rasa kecewa ketika nilai tidak sesuai harapan, atau lewat nasihat sederhana yang baru dipahami bertahun-tahun kemudian.Sebagai kepala sekolah, melihat siswa bertumbuh adalah kebahagiaan tersendiri.
Ada rasa haru ketika menyadari anak-anak yang dulu harus diarahkan kini mulai berdiri di atas pilihan hidupnya sendiri. Mereka mulai berbicara tentang cita-cita, tentang masa depan, dan tentang keinginan untuk membanggakan orang tua.
Namun di tengah semua itu, ada satu hal yang sering terlupakan. Banyak orang mengejar nilai tinggi dan prestasi, tetapi lupa bahwa akhlak dan kerendahan hati jauh lebih penting. Dunia hari ini memang membutuhkan orang pintar, tetapi dunia juga sedang membutuhkan manusia yang baik hati, tahu menghargai orang lain, dan tidak lupa asal usulnya.Anak-anak dari kampung tidak boleh merasa kecil. Jangan minder dengan keadaan.
Banyak orang besar lahir dari kesederhanaan. Yang membedakan bukan tempat lahirnya, melainkan kemauan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah.Kadang hidup memang tidak berjalan sesuai harapan. Akan ada kegagalan, rasa kecewa, bahkan masa-masa ketika mimpi terasa jauh. Tetapi jangan berhenti melangkah. Sebab banyak orang berhasil bukan karena hidupnya mudah, melainkan karena ia mampu bertahan ketika keadaan sulit.
Pendidikan sejatinya bukan hanya tentang lulus sekolah, tetapi tentang meneguhkan cita-cita dan membentuk karakter. Sekolah hanyalah tempat awal. Setelah itu, kehidupan akan menjadi ruang belajar yang lebih luas.Karena itu, pelepasan siswa seharusnya menjadi momen rasa syukur.
Bersyukur karena sudah melewati proses belajar bersama. Bersyukur masih diberi kesempatan menuntut ilmu. Dan bersyukur karena masih memiliki mimpi yang ingin diperjuangkan.Guru mungkin tidak selalu bisa mengantar murid sampai ke puncak kesuksesan. Tetapi setiap nasihat, setiap pelajaran, dan setiap doa yang diberikan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.Suatu hari nanti, mungkin ada di antara mereka yang menjadi guru, dokter, petani, polisi, pengusaha, atau pemimpin. Dan ketika itu terjadi, sekolah akan selalu menjadi tempat yang diam-diam menyimpan awal cerita perjuangan mereka.Maka melangkahlah dengan percaya diri.
Kejarlah cita-cita setinggi mungkin. Tetapi jangan lupa menjadi manusia yang rendah hati. Karena sebesar apa pun mimpi seseorang, semua selalu dimulai dari langkah kecil dan ruang sederhana bernama sekolah.
