“Dari Buku Menjadi Permainan, Sekawan Literat Ajarkan Orang Tua Hidupkan Literasi di Rumah”

WAY KANAN, 12 September 2026 — Literasi keluarga tidak selalu harus dimulai dengan meja belajar, buku tebal, atau suasana yang serius. Dari sebuah buku, orang tua dapat mengajak anak bermain, berbincang, berkreasi, sekaligus menumbuhkan kegemaran membaca.

Pesan itulah yang mengemuka dalam pertemuan ketiga Sekolah Keluarga Literat Way Kanan (Sekawan Literat) yang digelar pada Sabtu, 12 September 2026. Mengangkat materi “Pelatihan Membaca Nyaring dan Bookish Play: Membuat Gantungan Kunci”, kegiatan diikuti 20 peserta yang merupakan ibu-ibu dari berbagai lingkungan di Kabupaten Way Kanan.

Pelatihan menghadirkan Fitri Badriyah dari RELIMA Perpusnas RI, selaku Read Aloud Trainer sekaligus pengurus Read Aloud Way Kanan, bersama Ade Sutinawati, pegiat literasi.Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik membaca nyaring, tetapi juga diajak melihat buku dari sudut pandang yang berbeda. Buku tidak berhenti sebagai bahan bacaan, melainkan dapat dikembangkan menjadi permainan dan aktivitas kreatif melalui pendekatan bookish play.

Dalam praktiknya, peserta diajak membuat gantungan kunci sebagai salah satu contoh bagaimana aktivitas setelah membaca dapat dikembangkan menjadi kegiatan bermain dan berkarya bersama anak.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena orang tua diharapkan tidak sekadar meminta anak membaca, tetapi hadir sebagai teman membaca dan teman bermain. Dengan cara yang menyenangkan, kegiatan literasi dapat masuk ke dalam rutinitas keluarga tanpa terasa sebagai beban.

Salah seorang peserta, Meli, ibu rumah tangga yang juga menjalankan usaha dari rumah, mengaku memperoleh pengalaman baru dari pelatihan tersebut.

“Ternyata kegiatan membaca bersama anak bisa dibuat lebih menyenangkan. Saya jadi punya ide bagaimana mengajak anak membaca tanpa membuatnya merasa sedang belajar. Karena saya juga punya usaha di rumah, saya ingin mencoba membuat jadwal membaca yang bisa dilakukan bersama anak di sela aktivitas,” ujar Meli.

Melalui rangkaian Sekawan Literat, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan selama mengikuti pelatihan. Mereka juga diarahkan untuk membawa praktik literasi tersebut ke rumah masing-masing.

Salah satu output yang ditargetkan adalah terbentuknya sudut baca sederhana serta jadwal literasi keluarga di rumah peserta. Dengan demikian, kegiatan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti ketika pertemuan berakhir.

Program Sekawan Literat merupakan bagian dari rangkaian kurikulum yang dilaksanakan oleh RELIMA Perpusnas RI Lokus Kabupaten Way Kanan dan menjadi salah satu program dalam kajian dampak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Lebih jauh, program ini membawa pesan bahwa membangun keluarga literat tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari hal sederhana: orang tua meluangkan waktu, membuka sebuah buku, membacakan cerita, lalu berbincang dan bermain bersama anak. Sebab, dari membaca bersama tumbuh interaksi. Dari interaksi tumbuh kedekatan. Dan dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus, perlahan tumbuh keluarga yang mencintai literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *