Way Kanan, 23 Oktober 2025 – Suasana Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan hari itu begitu meriah. Ratusan pasang mata menyaksikan keceriaan lebih dari 80 peserta lomba bertutur dalam Bahasa Indonesia tingkat SD/MI se-Kabupaten Way Kanan. Lomba ini menjadi panggung bagi anak-anak Way Kanan untuk menunjukkan kepiawaian mereka dalam bercerita, berbahasa, dan mencintai budaya bangsa.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan, sebagai upaya menumbuhkembangkan kegemaran membaca, literasi anak, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia melalui berbagai bacaan dan cerita rakyat Nusantara.
Sejak pagi, anak-anak tampil penuh semangat dengan kostum unik, tata rias menarik, dan properti yang mereka siapkan sendiri. Mereka membawakan kisah-kisah rakyat Lampung dan nusantara dengan penuh ekspresi, gestur, dan intonasi yang memukau. Tak heran, para juri tampak terpesona melihat usaha luar biasa para peserta dalam menghidupkan kembali khazanah cerita rakyat.
Peserta dibagi ke dalam tiga kelas. Dari setiap kelas dipilih dua terbaik, hingga tersaring enam finalis yang tampil di babak akhir. Di tahap ini, keenam peserta terbaik kembali unjuk kebolehan dengan performa yang semakin memikat. Hasilnya, terpilihlah Juara 1 hingga Juara 6 yang benar-benar layak mewakili semangat bertutur anak Way Kanan.
Menurut panitia, lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter, penguatan bahasa, dan pengenalan budaya bangsa sejak dini. Seperti tagline Badan Bahasa: “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Way Kanan siap menjadi generasi cerdas yang berbahasa dan berbudaya.
Septa Muktamar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan pada saat pembukaan lomba bertutur menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, sekolah, dan para guru pembimbing. “Kita ingin budaya literasi dan seni bertutur ini terus hidup, tidak berhenti di tahun ini saja. Semoga event seperti ini menjadi agenda tahunan yang melahirkan anak-anak berprestasi dan cinta bahasa Indonesia,” ujarnya.
Lomba bertutur tahun ini menjadi momentum penting bahwa Way Kanan tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga kaya akan semangat literasi. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga menuturkan nilai-nilai luhur bangsa dengan bahasa yang indah dan penuh makna.
Seni Bertutur, Bahasa Bermartabat, Dinas Perpustakaan Way Kanan Terus Menginspirasi
