Ramsai 12 Juni 2025. Pustakanet Kampung Ramsai Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan adalah sarana pelayanan di ruang publik sebagai pusat inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di tengah masyarakat Kampung.
Keberadaan Pustakanet di Kampung Ramsai Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi. Salah satu inisiatif yang patut diapresiasi adalah adanya perpustakaan Kampung Ramsai yang berdiri sejak tahun 2018 berada di pusat kantor pemerintahan kampung yang memiliki gedung dan sarana penunjang lainya (Jaringan Internet). Perpustakaan ini hadir sebagai ruang publik yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi warga masyarakat kampung untuk mengakses ilmu pengetahuan. Selain itu juga meningkatkan keterampilan, serta mempererat hubungan sosial di masyarakat.
Pustakanet Kampung Ramsai adalah sebuah ruang terbuka yang diinisiasi untuk memberikan akses terhadap bahan bacaan bagi masyarakat. Konsep taman baca ini bukan hanya sekadar perpustakaan umum, melainkan juga sebuah tempat yang mendorong terjadinya interaksi sosial antara warga masyarakat termasuk aparatur kampung serta masyarakat lainnya. Di Kampung Ramsai perpustakaan ini dikelola oleh pengelola perpustakaan yang di SK oleh pemerintah Kampung dalam hal ini Kepala Kampung Ramsai.
Tempat ini dikembangkan dengan tujuan untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan masyarakat yang lebih luas. Dengan dilengkapi akses jaringan internet dan koleksi bacaan lebih dari 2000 koleksi bacaan dan dilengkapi dua unit komputer diharapkan dapat menunjang berbagai lembaga pendidikan yang berada di Kampung tersebut mulai dari dua Paud, satu SD dan satu SMP yang nantinya dibuat berbagai program kegiatan perpustakaan yang menambah wawasan kemajuan teknologi saat ini walaupun belum dilakukan secara optimal.
Menurut Kepala Kampung Ramsai Hendrik Purnama Resma Pustakanet Kampung Ramsai memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat di wilayahnya. Berbagai promosi program kegiatan perpustakaan melalui media sosial (Facebook,Instgram,Tiktok) telah aktiv dilakukan oleh pengelola perpustakaan dengan ditambahkan dengan kegiatan pelatihan yang dirancang untuk membangun skill masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat itu sendiri.
