Duka atas Gugurnya Bripka Anumerta Arya Supena
Kabar gugurnya Brigadir Polisi Arya Supena di Bandar Lampung bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar kepolisian, tetapi juga menghadirkan luka mendalam bagi masyarakat yang masih percaya bahwa keberanian dan pengabdian adalah nilai luhur dalam kehidupan berbangsa. Di tengah upayanya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor, nyawa seorang aparat negara harus terenggut oleh tindakan kriminal yang begitu keji dan tidak berperikemanusiaan.
Peristiwa tragis yang terjadi di kawasan Jalan ZA Pagar Alam Kedaton, Bandar Lampung, pada Sabtu pagi itu menyisakan kesedihan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Brigpol Arya Supena, yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat, justru menjadi korban kebrutalan pelaku kejahatan. Tembakan di bagian kepala menjadi penutup pengabdian seorang polisi muda yang gugur dalam menjalankan amanah negara.
Rumah Baca Yussuf menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan, apalagi sampai merenggut nyawa seseorang yang sedang menjalankan tugas mulia. Kejahatan seperti ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk hilangnya nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap kehidupan.
Kita tentu patut bertanya, sampai di mana nurani manusia hari ini? Ketika aksi pencurian yang semestinya dapat diselesaikan melalui proses hukum justru berubah menjadi tindakan brutal yang menumpahkan darah. Ini menjadi alarm sosial bahwa kriminalitas tidak lagi hanya merugikan harta benda, tetapi juga telah mengancam keselamatan dan rasa aman masyarakat.
Kepergian Arya Supena menjadi pengingat bahwa di balik seragam aparat terdapat manusia biasa: seorang anak, suami, keluarga, dan sahabat yang memiliki harapan hidup seperti masyarakat lainnya. Namun demi tugas dan tanggung jawab, ia memilih berdiri di garis depan menghadapi risiko yang tidak ringan.
Pemberian kenaikan pangkat anumerta dari Brigpol menjadi Bripka Anumerta merupakan bentuk penghormatan negara atas pengabdian almarhum. Akan tetapi, penghargaan tersebut juga harus menjadi refleksi bersama bahwa perjuangan melawan kriminalitas tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Lingkungan sosial, pendidikan keluarga, moralitas masyarakat, hingga keteladanan publik memiliki peran besar dalam mencegah lahirnya tindak kejahatan.
Rumah Baca Yussuf mengutuk keras tindakan pelaku yang telah menghilangkan nyawa seorang aparat negara. Tindakan tersebut bukan hanya melukai institusi kepolisian, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan seluruh masyarakat Lampung. Kami berharap aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal agar menjadi pelajaran bahwa kekerasan dan kejahatan tidak boleh mendapat ruang di negeri ini.
Lebih dari itu, tragedi ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, nilai kemanusiaan, dan kesadaran hukum di tengah masyarakat. Sebab bangsa yang besar bukan hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuan menjaga martabat manusia dan menghormati kehidupan.
Selamat jalan Bripka Anumerta Arya Supena. Pengabdianmu menjadi saksi bahwa masih ada orang-orang yang rela mempertaruhkan nyawa demi keamanan sesama. Duka ini adalah duka kita bersama.
Oleh Aan Frimadona Roza, Bergiat di Rumah Baca Yussuf Baradatu
