Tugu Bukan Sekadar Penanda, Tetapi Janji untuk Ramsai

Oleh: Hendrik Purnama Resma, S Pt, Kepala Kampung Ramsai


Sebuah kampung tidak hanya dikenang dari luas wilayahnya atau jumlah penduduknya. Kampung akan hidup dalam ingatan ketika memiliki identitas yang mampu menyatukan warganya. Karena itulah, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Ramsai ke-40, kami memperkenalkan ikon baru Kampung Ramsai berupa sebuah tugu yang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol harapan bersama.

Empat puluh tahun adalah usia yang cukup matang untuk menatap masa depan. Ramsai telah melewati berbagai dinamika pembangunan. Kini saatnya menghadirkan sebuah penanda yang mengingatkan kita tentang asal-usul, nilai, dan cita-cita yang hendak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tugu ini kami bangun dengan filosofi yang lahir dari kehidupan masyarakat sendiri. Mahkota Tumpal Emas di puncaknya mengajarkan bahwa kepemimpinan harus menjaga kehormatan, mengayomi masyarakat, dan berpijak pada nilai-nilai Piil Pesenggiri. Seorang pemimpin boleh memiliki mimpi setinggi langit, tetapi langkahnya harus selalu mengarah pada kesejahteraan rakyat.

Warna biru toska yang mendominasi tugu melambangkan kedamaian dan harapan. Sementara pilar-pilar yang kokoh menjadi pengingat bahwa kekuatan Kampung Ramsai bukan berada pada satu orang, melainkan pada persatuan seluruh masyarakat. Semangat Sakai Sambayan harus terus menjadi napas kehidupan kampung.

Lingkaran emas yang mengitari tugu menjadi simbol cahaya ilmu pengetahuan. Kami percaya, kemajuan kampung tidak cukup hanya dengan hasil pertanian yang melimpah. Kemajuan juga lahir dari pendidikan, wawasan, dan kemampuan generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Di bagian bawah tugu, simbol padi, kelapa, sawit, ikan, dan jam menjadi doa yang diwujudkan dalam karya. Semua menggambarkan kemakmuran, kerja keras, kedisiplinan, dan keberkahan yang kami harapkan terus tumbuh di Ramsai. Karena itu, tugu ini bukan untuk dipandang sebagai bangunan semata. Ia adalah pengingat bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga nama baik kampung. Setiap anak yang lahir di Ramsai diharapkan kelak mampu membawa kebanggaan bagi tanah kelahirannya.

Momentum HUT Kampung Ramsai ke-40 juga akan kami semarakkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Marhan Wegig Pamungkas pada 9 Juli 2026 di Balai Rakyat Kampung Ramsai dengan lakon “Gatot Kaca Wisuda.” Lakon tersebut kami pilih karena sarat makna tentang ilmu, pengabdian, keberanian, dan tanggung jawab kepada masyarakat. Saya mengajak seluruh masyarakat Ramsai, baik yang tinggal di kampung maupun yang berada di perantauan, untuk hadir dan memeriahkan peringatan hari jadi kampung kita. HUT ke-40 ini bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum memperkuat persaudaraan dan meneguhkan tekad membangun Ramsai yang semakin maju.

Semoga tugu ini menjadi saksi bahwa masyarakat Ramsai tidak pernah berhenti bermimpi, bekerja, dan bergandengan tangan membangun masa depan. Mahkotanya menjulang, adatnya terjunjung, warganya bersatu, Ramsainya maju.Tabik Pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *