Oleh: Aan Frimadona Roza
Anggota Pengurus Bidang SDM dan Pendidikan ICMI Orda Way Kanan
Setiap kali Hari Bhayangkara diperingati, masyarakat kembali diingatkan pada satu hal yang sederhana namun sangat penting: kita membutuhkan polisi. Bukan hanya ketika terjadi kejahatan, tetapi juga ketika anak-anak berangkat sekolah, ketika warga menggelar hajatan, ketika arus mudik berlangsung, hingga saat bencana datang tanpa aba-aba. Di saat-saat seperti itu, kehadiran Polri menjadi bagian dari rasa aman yang sering kali baru terasa ketika ia tidak ada.
Namun, kita juga tidak bisa menutup mata. Beberapa tahun terakhir, kepercayaan sebagian masyarakat terhadap Polri mengalami pasang surut. Berbagai peristiwa yang mencuat ke ruang publik memunculkan kritik, bahkan tuntutan agar reformasi Polri terus dijalankan secara sungguh-sungguh. Kritik tersebut adalah kenyataan yang harus dihadapi dengan lapang dada, bukan untuk melemahkan institusi, tetapi agar Polri semakin kuat dan semakin dipercaya.
Sebagai bagian dari masyarakat, saya memilih memandang Hari Bhayangkara sebagai momentum menumbuhkan harapan. Sebab, Polri yang kuat bukanlah Polri yang antikritik, melainkan Polri yang mau terus berbenah. Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dengan slogan, tetapi dengan pelayanan yang adil, sikap yang humanis, serta penegakan hukum yang tidak membedakan siapa pun.
Di Kabupaten Way Kanan, harapan masyarakat sebenarnya sederhana. Kami ingin melihat polisi yang dekat dengan warga, hadir di tengah persoalan masyarakat, cepat merespons setiap laporan, melindungi anak-anak dan perempuan, memberantas narkoba, menjaga keamanan kampung, serta menjadi sahabat bagi semua kalangan. Polisi yang datang bukan untuk ditakuti, melainkan untuk memberikan rasa tenang.
Sebagai insan yang bergerak di bidang sumber daya manusia dan pendidikan, saya meyakini bahwa reformasi Polri juga harus dimulai dari pembangunan karakter. Profesionalisme memang penting, tetapi integritas jauh lebih menentukan. Pengetahuan dapat dipelajari, keterampilan dapat dilatih, tetapi kejujuran, empati, dan semangat melayani harus menjadi budaya yang terus dirawat.
Masyarakat pun memiliki tanggung jawab yang sama. Keamanan bukan hanya tugas polisi. Ketertiban lahir dari kerja sama antara aparat dan warga. Ketika masyarakat patuh pada hukum, berani melapor, tidak menyebarkan hoaks, serta mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan, sesungguhnya kita sedang membantu tugas Polri.
Hari Bhayangkara bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi kepolisian. Ia adalah pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat harus terus diperbarui. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Polri dituntut menjadi institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.
Pada akhirnya, hadiah terbaik untuk Hari Bhayangkara bukanlah seremoni yang meriah. Hadiah terbaik adalah tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat. Sebab, ketika kepercayaan hadir, hukum akan lebih dihormati, keamanan lebih mudah diwujudkan, dan Indonesia akan melangkah dengan lebih optimistis.
Selamat Hari Bhayangkara. Teruslah menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sebab, di balik setiap seragam yang dikenakan, ada harapan jutaan rakyat yang ingin hidup dalam rasa aman, damai, dan berkeadilan.
