Way Tuba, Way Kanan, (8/8). Sebuah kampung akan tetap hidup selama masyarakatnya menjaga ingatan tentang asal-usulnya. Berangkat dari semangat itulah, Pemerintah Kampung Ramsai, Kecamatan Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, tengah mempersiapkan peluncuran buku “Kampung Ramsai: Jejak Peradaban di Ujung Selatan Way Tuba” sebagai catatan istimewa Kampung Ramsai.
Buku yang ditulis oleh Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama Resma, S.Pt., ini menjadi ikhtiar untuk mendokumentasikan sejarah, perjalanan pemerintahan, budaya, serta perkembangan Kampung Ramsai sebagai warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.
“Buku ini kami tulis agar sejarah Kampung Ramsai tidak hanya hidup dalam cerita lisan, tetapi juga terdokumentasi dengan baik sehingga dapat dipelajari oleh anak cucu kita. Kampung yang mengenal sejarahnya akan lebih siap membangun masa depannya,” ujar Hendrik yang juga alumni Universitas Padjajaran lulus tahun 2014.
Sebagai buku sejarah pertama yang disusun secara komprehensif, karya ini mengulas perjalanan Kampung Ramsai sejak ditetapkan sebagai kampung definitif berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/191/BHK/1987 tertanggal 18 September 1987. Buku ini juga memuat perjalanan pemerintahan kampung dari masa ke masa, adat istiadat, potensi pertanian, kehidupan sosial masyarakat, hingga berbagai capaian sampai saat ini pembangunan yang menjadi wajah kampung Ramsai.
Penerbitan buku ini sekaligus memperkuat penetapan Hari Jadi Kampung Ramsai. Tanggal 18 September 1987 yang tercantum dalam SK Gubernur tersebut bertepatan dengan 24 Muharam 1408 Hijriah atau 24 Suro 1920 Tahun Jawa. Atas dasar itulah, Pemerintah Kampung Ramsai bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) menetapkan bahwa Hari Jadi Kampung Ramsai diperingati setiap tanggal 24 Muharam atau 24 Suro, sebagai penghormatan terhadap momentum resmi berdirinya kampung sekaligus pelestarian nilai sejarah dan budaya yang diwariskan para pendahulu.
Keistimewaan buku ini semakin lengkap dengan hadirnya kata pengantar dari Ir.Rahmat Mirzani Djausal, S.T.MM Gubernur Lampung, Ayu Asalasiyah, S.Ked yang juga Bupati Way Kanan, Kemudian Bupati Way Kanan periode 2016-2021 dan 2021-2025 Raden Adipati Surya, SH.,MM lalu Machiavelli Herman HT, S.STP.,M.Si Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Way Kanan Ahcmad Agung Bramtihalley, SE,.MM, Camat Way Tuba Johanis, S.E., M.M. serta Ketua PustakaNET Kampung Ramsai Adi Nurjana Resma, S.IP.,MM Dukungan tersebut mencerminkan pentingnya pelestarian sejarah lokal sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
Selain mengangkat sejarah berdirinya kampung, buku ini juga merekam semangat gotong royong masyarakat, kekayaan adat istiadat, potensi pertanian, hingga transformasi tata kelola pemerintahan dari masa ke masa. Setiap halaman mengajak pembaca memahami bahwa pembangunan tidak hanya ditopang oleh infrastruktur, tetapi juga oleh ingatan kolektif, nilai budaya, dan kebanggaan terhadap kampung halaman.
Peluncuran buku “Kampung Ramsai: Jejak Peradaban di Ujung Selatan Way Tuba” direncanakan menjadi bagian penegasan dari rangkaian setiap peringatan Hari Jadi Kampung Ramsai tahun. Kehadirannya diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya merawat sejarah, memperkuat identitas, serta mewariskan jejak peradaban Kampung Ramsai kepada generasi yang akan datang.
Lebih dari sekadar sebuah buku, karya ini menjadi penegasan bahwa sejarah yang ditulis adalah warisan yang akan terus hidup, sementara sejarah yang dilupakan perlahan akan hilang ditelan zaman.
