Ketika Orang Tua Terus Belajar, Rumah Menjadi Sekolah Pertama Anak

WAY KANAN 11 September 2026. Pendidikan anak tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Jauh sebelum mengenal guru dan sekolah, anak lebih dahulu belajar dari rumah, dari cara orang tua berbicara, bersikap, memberi perhatian, hingga memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan itulah yang mengemuka dalam pertemuan kedua Sekolah Keluarga Literat Way Kanan (Sekawan Literat) yang dilaksanakan Jumat, 11 September 2026 di Dusun Kedu. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Hukum Keluarga Islam: Peran Orang Tua dalam Pengasuhan” dengan menghadirkan Ustadz Ahmad Khafidzin, S.Pd., seorang pendidik, sebagai narasumber.

Sebanyak 20 ibu rumah tangga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka datang dengan pengalaman masing-masing dalam mendampingi anak di rumah, kemudian bersama-sama belajar memahami kembali bagaimana peran orang tua dalam pengasuhan.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Ahmad Khafidzin mengajak peserta melihat pengasuhan dari sudut pandang yang lebih luas. Mendidik anak bukan hanya soal memastikan mereka belajar dan menyelesaikan tugas sekolah, tetapi juga tentang menghadirkan kasih sayang, memberikan bimbingan, menjadi teladan, serta menciptakan suasana keluarga yang baik bagi pertumbuhan anak.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan merefleksikan pengalaman pengasuhan yang mereka jalani sehari-hari.

Dari ruang belajar sederhana itu, muncul satu kesadaran penting: orang tua pun perlu terus belajar. Sebab, ketika orang tua bertumbuh, cara mereka mendampingi anak pun dapat ikut berkembang.

Literasi Dimulai dari Rumah

Sekawan Literat merupakan program yang diinisiasi RELIMA Perpusnas RI Lokus Kabupaten Way Kanan untuk membangun budaya literasi keluarga melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Program ini berlangsung selama September 2026 dalam tujuh kali pertemuan. Materinya dirancang tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga berbagai pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu keluarga membangun kebiasaan belajar di rumah.

Literasi dalam program ini ditempatkan sebagai kebiasaan hidup. Membaca, berbincang, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan belajar bersama menjadi bagian dari upaya menjadikan rumah sebagai lingkungan yang kaya akan pengetahuan.

Rangkaian Sekawan Literat nantinya diarahkan hingga peserta mampu membangun Sudut Baca Sederhana di rumah serta menyusun Jadwal Literasi Sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Dengan demikian, buku tidak berhenti sebagai benda yang tersimpan di rak. Ia diharapkan hadir dalam keseharian keluarga—dibaca, dibicarakan, dan menjadi pintu masuk bagi anak-anak untuk mengenal dunia yang lebih luas.

Dari rumah yang orang tuanya mau belajar, lahir anak-anak yang memiliki ruang untuk terus belajar. Dari keluarga yang akrab dengan buku dan percakapan, tumbuh budaya literasi yang perlahan menjadi kebiasaan. Dan mungkin, di sanalah makna penting Sekawan Literat: menghidupkan literasi bukan hanya di tangan anak, tetapi juga di hati dan keseharian orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *