BARADATU, WAY KANAN (16/10). Rumah Baca Yussuf kembali mendapatkan tambahan koleksi buku yang diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan sekaligus menumbuhkan semangat literasi di tengah masyarakat. Sejumlah buku yang disertakan oleh Kak Juwendra Asdiansyah atau disapa Kak Juwe menjadi bagian dari upaya menghadirkan bacaan yang beragam dan inspiratif bagi para pengunjung.
Buku-buku yang turut disertakan untuk Rumah Baca Yussuf antara lain Pengadilan Orang Baik, 3 Jagoan, dan Jam Bisa Menulis, yang merupakan karya Kak Juwe. Selain itu, terdapat pula buku Anakku Disleksia karya Mada Elliana.
Kehadiran buku-buku tersebut menambah pilihan bacaan bagi anak-anak, remaja, maupun masyarakat umum. Setiap buku memiliki karakter dan pesan tersendiri, mulai dari cerita yang menarik hingga bacaan yang dapat membuka wawasan pembaca terhadap pengalaman dan persoalan kehidupan.
Bagi Rumah Baca Yussuf, tambahan koleksi ini bukan sekadar penambahan jumlah buku di rak, melainkan juga bagian dari ikhtiar membangun kebiasaan membaca dan mendekatkan masyarakat dengan pengetahuan.
Rumah baca yang tumbuh dari inisiatif masyarakat ini terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang terbuka dan mudah diakses. Melalui buku-buku yang tersedia, anak-anak diharapkan semakin akrab dengan dunia literasi, berani berimajinasi, serta tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Buku Anakku Disleksia karya Mada Elliana juga menambah keberagaman perspektif bacaan, khususnya dalam memahami pengalaman anak dengan disleksia dan pentingnya dukungan lingkungan terhadap kebutuhan belajar setiap anak.
Rumah Baca Yussuf menyambut baik setiap dukungan terhadap pengembangan koleksi bacaan. Sebab, gerakan literasi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, satu buku yang sampai ke tangan pembaca dapat menjadi awal dari tumbuhnya pengetahuan, harapan, dan perubahan.
Satu buku, sejuta kemungkinan. Dari rumah baca, semangat membaca terus dijaga dan masa depan pengetahuan terus dirawat.
