Oleh: Aan Frimadona Roza, Pengiat Rumah Baca Yussuf Baradatu
Di tengah perjalanan pembangunan Way Kanan, nama Edward Antony tidak hanya dikenang sebagai seorang pejabat pemerintahan atau tokoh politik semata. Bagi dunia pendidikan, beliau adalah sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan sumber daya manusia, pembinaan guru, dan perkembangan lembaga pendidikan di daerah.
Perjalanan hidup Edward Antony memperlihatkan bahwa pendidikan selalu menjadi bagian penting dalam pengabdiannya. Lahir pada 8 Oktober 1960, beliau menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dengan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan formal yang dijalaninya mulai dari SD Kristen Bandar Jaya Lampung Tengah, SMP Negeri Poncowati, SMEA Muhammadiyah Metro, hingga menyelesaikan pendidikan tinggi Strata Satu di STKIP Muhammadiyah Kotabumi, Strata Dua di STIE IPWI Jakarta, dan program doktoral di Universitas Padjadjaran Bandung.
Latar belakang akademik tersebut membentuk pandangan hidupnya bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas pendidikan masyarakatnya. Karena itu, semasa hidupnya beliau aktif membina sekolah swasta, mengajar sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, serta memberikan perhatian terhadap organisasi-organisasi pendidikan dan kepemudaan.
Dalam perjalanan karier pemerintahan, Edward Antony dikenal sebagai birokrat yang berpengalaman. Ia pernah menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, mulai dari bidang keuangan, pemerintahan kecamatan, hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Bupati Way Kanan periode 2016–2020 bersama Raden Adipati Surya.
Namun di balik jabatan tersebut, ada sisi lain yang begitu dekat dengan dunia pendidikan. Beliau dikenal sering berdiskusi dengan para guru, memberikan motivasi kepada generasi muda, serta mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan organisasi profesi guru.
Sebagai mantan Ketua PGRI Kabupaten Way Kanan, saya menyaksikan secara langsung bagaimana kepedulian beliau terhadap insan pendidikan. Edward Antony bukan hanya hadir sebagai pejabat dalam kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberi perhatian terhadap perkembangan pendidikan di Way Kanan.
Momentum yang paling berkesan adalah ketika PGRI Way Kanan pada tahun 2020 memberikan penghargaan kepada almarhum sebagai Tokoh Pendidikan Kabupaten Way Kanan dalam rangka Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-75. Penghargaan tersebut diberikan bukan semata karena jabatan beliau sebagai Wakil Bupati, melainkan karena kontribusi nyata dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
Saat penyerahan penghargaan di pemakaman almarhum di Kampung Ramsai, suasana penuh haru menyelimuti kegiatan tersebut. Bersama keluarga besar PGRI Way Kanan, kami melakukan doa bersama dan penanaman pohon buah-buahan di sekitar makam sebagai simbol bahwa pengabdian beliau akan terus tumbuh dan dikenang.
Dalam kesempatan itu, keluarga almarhum juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Mereka mengungkapkan bahwa masih banyak cita-cita Edward Antony dalam dunia pendidikan yang belum sempat diwujudkan. Kepergian Edward Antony pada 16 Agustus 2020 akibat Covid-19 menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Way Kanan. Pandemi saat itu tidak hanya merenggut seorang pemimpin daerah, tetapi juga sosok pembina, penggerak organisasi, dan tokoh pendidikan yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan generasi muda. Meski demikian, jejak pengabdiannya tetap hidup. Pemikiran, gagasan, dan keteladanannya menjadi inspirasi bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya dikenang karena jabatan, tetapi karena manfaat dan kepeduliannya kepada masyarakat.
Hari ini, ketika Way Kanan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik, nama Edward Antony layak ditempatkan sebagai salah satu tokoh yang turut meletakkan fondasi pembangunan manusia melalui pendidikan. Sebab pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan tentang membangun peradaban dan masa depan daerah. Tokoh boleh pergi, tetapi nilai pengabdian akan tetap abadi dalam ingatan masyarakat dan sejarah pendidikan Way Kanan.
